Kebahagiaan juga dirasakan Bambang Edi Nurudin, buruh di kawasan Jakarta Timur yang telah bekerja selama 23 tahun. Ia menyebut undangan tersebut sebagai hadiah yang tak terlupakan.
“Alhamdulillah banget, senang. Kayak dapat doorprize saja,” ujar Bambang.
Menurutnya, pengalaman menghadiri upacara di Istana akan menjadi cerita yang selalu dikenang keluarganya.
Hal serupa diungkapkan Sarip Mujianto, buruh yang bekerja sejak 2010. Ia menilai undangan dari Presiden merupakan bentuk perhatian kepada kaum pekerja.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah perhatian kepada kaum buruh,” ucap Sarip.
Bagi Sarip, kebanggaan terbesar justru akan dirasakan oleh orang tua dan keluarganya di kampung saat mengetahui dirinya mendapat kesempatan menghadiri upacara kenegaraan di Istana Merdeka.
(Awaludin)