Selain itu, Iwan menilai momen tersebut dapat menjadi simbol untuk membantah narasi mengenai adanya konflik internal. Menurutnya, politik tidak hanya dibangun melalui pernyataan resmi, tetapi juga melalui berbagai simbol yang ditampilkan kepada publik.
"Kemesraan Prabowo, Jokowi, dan Gibran adalah simbol yang ingin menunjukkan bahwa komunikasi dan hubungan politik ketiganya tetap baik," katanya.
Meski demikian, Iwan mengingatkan kemesraan politik tidak serta-merta menunjukkan adanya kesamaan dalam seluruh kepentingan politik. Karena itu, menurut Iwan, hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah apakah kedekatan yang terlihat secara simbolik tersebut nantinya diikuti dengan konsistensi kerja sama politik dan arah koalisi.
"Dinamika tentu akan semakin berkembang. Karena itu, yang paling penting adalah melihat apakah kedekatan simbolik ini kemudian diikuti oleh konsistensi kerja sama politik dan arah koalisi," pungkas Iwan.
(Arief Setyadi )