Budi menambahkan, penyelidik saat ini masih fokus mengusut asal-usul, kepemilikan, penguasaan, perizinan, hingga ketentuan penyimpanan ratusan senjata tersebut.
"Saat ini penyelidikan masih fokus tentang asal-usul kepemilikan, penguasaan, perizinan, serta tentang rekomendasi penyimpanan barang-barang tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan senjata berbagai jenis ditemukan di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Beberapa di antaranya yakni 995 airsoft gun hingga satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan keberadaan ratusan airsoft gun tersebut bermula dari kerja sama antara pihak yayasan dengan PT Lokta Karya Perbakin.
"Keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara Yayasan Harapan Ibu dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle," kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, untuk senjata api diketahui merupakan milik seseorang berinisial DS yang merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin. Namun, berdasarkan pendalaman Subdit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya, DS diketahui telah meninggal dunia.
(Awaludin)