Pramono mengakui belum seluruh halte memiliki atap yang memadai. Pemprov DKI, kata dia, akan terus melakukan pembenahan, terutama pada halte yang berada di jalur protokol.
"Nah, yang kemarin belum semuanya memang selesai memberikan atap dengan baik, dan itu nanti akan kami benahi karena bagaimanapun Rasuna Said itu adalah protokol utama," tuturnya.
Keluhan mengenai kondisi halte tersebut sebelumnya ramai di media sosial. Pengguna menyoroti desain atap transparan yang dinilai kurang memberikan perlindungan dari teriknya matahari, meski secara tampilan dinilai lebih modern dan estetis.
Pemprov DKI kini memilih pembenahan perlindungan atap sebagai solusi agar halte tetap nyaman digunakan tanpa harus memasang AC di seluruh fasilitas transportasi tersebut.
(Awaludin)