Ia sempat terlihat secara sporadis, misalnya saat menonton pacuan kuda atau pertandingan sepak bola di Beograd. Pada tahun 2004, NATO menyatakan bahwa ia sempat bersulang bersama rekan-rekan lama yang gemar minum keras di bekas bungker miliknya di Han Pijesak, Bosnia.
Saat akhirnya ditangkap pada 2011, ia tidak melakukan perlawanan. Lengan kanannya lumpuh, tampaknya akibat stroke yang tidak ditangani. Penampilannya sangat berbeda dari sosok jenderal bertubuh kekar berseragam loreng yang pernah mengacak-acak rambut seorang anak laki-laki di Srebrenica pada tahun 1995.
Ia mengalami serangan jantung pada 2013 dan tampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Menurut pengakuannya sendiri, ia merasa seperti pria tua yang lemah.
Dalam beberapa kesempatan saat hadir di pengadilan, sikapnya berubah-ubah antara mengasihani diri sendiri, menunjukkan sikap menantang sambil tersenyum, hingga tampak linglung dan tidak fokus.
Pada 2019, Mladic mengatakan kepada para hakim bahwa kondisinya terlalu sakit untuk mengikuti kegiatan olahraga di luar ruangan dan meminta izin untuk mengunjungi makam anggota keluarganya di Serbia. Permintaan tersebut ditolak.
Bandingnya terhadap vonis hukuman ditolak pada 2021, begitu pula dengan permintaan berulang kali agar ia dibebaskan atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Pada Agustus 2026, seorang dokter PBB menyatakan bahwa kematian Mladic "bisa terjadi kapan saja"—kemungkinan dalam hitungan minggu—namun permohonan pembebasannya kembali ditolak karena dianggap tidak sejalan dengan kepentingan keadilan.
(Rahman Asmardika)