JAKARTA – Polri menunjukan kepedulian dengan menyambangi dan memberikan bantuan untuk korban gempa bumi di Dusun Wairhabi, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut disalurkan mahasiswa S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 16 untuk meringankan beban warga yang hingga kini masih bertahan di tengah situasi pascabencana NTT.
“Bantuan dikirim melalui Pelabuhan Lorens Say untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah Pelabuhan Palue, Kecamatan Palue,” ujar perwira pendamping mahasiswa S2 STIK 16, Kombes Didit Bambang Wibowo, Senin (31/8/2026).
Di Dusun Wairhabi, bantuan diterima oleh Agustinus Nong Viles selaku koordinator posko pengungsian. Posko tersebut menampung warga dari tiga wilayah, yakni Dusun Wairhabi, Dusun Habigahar, dan Kelurahan Waiot.
Sebanyak 159 kepala keluarga berada di posko pengungsian tersebut. Mereka merupakan bagian dari masyarakat yang harus menghadapi dampak gempa sekaligus beradaptasi dengan kondisi kehidupan di tempat pengungsian.
“Kehadiran para mahasiswa S2 STIK Lemdiklat Polri Angkatan 16 tidak sekadar membawa paket sembako. Mereka juga melakukan trauma healing bagi korban gempa, bakti kesehatan,” ujarnya.
Di tengah situasi sulit yang masih dihadapi para penyintas, bantuan itu menjadi pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi bencana. Kegiatan sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama saudara sebangsa dan setanah air.