JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie terkait percepatan sejarah sebelum 2029.
Hal itu disampaikan Kurniawan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di balik Demo Agustus 2026' di iNews TV, Selasa (1/9/2026) malam.
"Apalagi penyampaian itu kan dua hari sebelum demo. Demo ini, yang fair, yang benar itu demo-nya si Botok. Menyampaikan aspirasi, sudah diterima, selesai pulang,"
Masalahnya, kata Kurniawan, ada pihak lainnya yang bergabung dalam aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menginginkan agar demo berlangsung ricuh. Kurniawan menyebut pihak-pihak ini menginginkan agar demo rusuh supaya pemerintahan Prabowo Subianto bisa goyah.
"Tapi yang kumpul di situ tidak puas kalau demo tidak rusuh. Mereka menginginkan demo ini rusuh supaya pak Prabowo lengser kalaupun terjadi korban yang banyak, kita kan memahaminya begitu," tutur dia.
Dalam kesempatan yang sama, Kurniawan menyampaikan bahwa pernyataan Budi Arie ditangkap relawan pendukung Prabowo untuk mempersiapkan pergantian pemimpin sebelum waktunya.
"Walaupun kemudian mas Budi menyampaikan klarifikasi, tapi kita sudah tahu ada persiapan dari kelompok Mas Budi apabila terjadi pergantian pemimpin sebelum waktunya," kata Kurniawan.