Penjelasan GRIB Jaya
Sebelumnya, organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya mengonfirmasi terjun ke lokasi demonstrasi pada 27 Agustus yang berujung ricuh. Namun, anggota GRIB Jaya mengaku hanya berada di dalam jalan tol yang saat itu ditutup sementara.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) GRIB Jaya, Zulfikar, mengatakan kehadiran pihaknya di lokasi demonstrasi yang berakhir ricuh bertujuan menghalau massa agar tidak meluas ke berbagai kawasan di sekitar Gedung DPR pada Kamis (27/8/2026).
“Jadi kami terpanggil, kami keluar dari kantor bukan mau perang dan menghantam mereka, kami datang ingin menghalau dan mengajak mereka pulang,” kata Zulfikar dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Demo Agustus 2026' yang disiarkan di iNews, Selasa (1/9/2026).
Zulfikar menambahkan, jumlah massa GRIB Jaya yang terjun ke lokasi demo mencapai ratusan orang. Mereka membawa bambu untuk menghalau massa yang mulai ricuh.
“Kami di dalam tol, tidak keluar dari tol. Sekitar lima truk dan tiga mobil pribadi. Kami sambil menertibkan, kami niat datang ke lokasi kerusuhan bukan untuk perang dengan mereka,” ujarnya.
(Awaludin)