JAKARTA - Keluarga meyakini jurnalis iNews Media Group, Yudistiro Pranoto bersama jurnalis lainnya dan kru kapal selamat setelah hilang kontak selama tiga hari. Keluarga berharap Yudistiro dan rekan-rekannya hanya terdampar dan masih membutuhkan pertolongan.
"Mudah-mudahan harapan kami ketemu dengan selamat. Jadi kita gak pernah kepikiran bahwa Yudis dan kawan-kawan ini, saya yakin mereka terdampar," kata Juru Bicara Keluarga, Ade Danhur, di Pos Ante Mortem DVI Polda Banten, Posko SAR Gabungan, Pantai Carita, Banten, Kamis (10/9/2026).
Meski demikian, Ade menyebut keluarga juga sudah siap menerima apa pun kabar yang akan diterima. Ia menilai saat ini keluarga hanya bisa berserah.
"Tetap kami sebagai manusia sudah siap, kita keluarga sudah siap apa pun yang terjadi ini memang sudah risiko kerjaan jurnalis," lanjutnya.
"Cuman namanya antisipasi kalau terjadi sesuatu sudah ada, komplit, ciri-ciri fisiknya Yudis itu ada kalau terjadi hal negatif," tandasnya.
Sebagai informasi, peristiwa hilang kontak speedboat bermula saat kapal bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.
Namun, pada pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 18.13 WIB dengan posisi kapal berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Setelah itu, kapal tidak lagi dapat dihubungi.
Kapal tersebut mengangkut delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka yang hingga kini belum ditemukan yakni:
1. Warta (Kapten kapal), 55 tahun
2. Surakman (ABK), 60 tahun
3. Heriyanto (Guide), 49 tahun
4. M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Antara)
5. Arie Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com)
6. Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id), 43 tahun
7. Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency)
8. Donal Husni (Freelance)
(Awaludin)