Lebih lanjut, Nezar menuturkan bahwa pada hari kelima operasi SAR ini, pelacakan difokuskan secara masif di sekitar perairan dan daratan Pulau Sebesi. Meski sempat ditemukan sejumlah material keselamatan seperti rompi pelampung (life jacket) di tengah laut, hasil verifikasi pihak Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) belum menunjukkan indikasi keterkaitan langsung dengan rombongan yang hilang.
"Hari ini juga di Pulau Sebesi pencarian dilakukan lebih intens di situ. Dan juga sepanjang 5 hari ini ada beberapa yang ditemukan di laut, misalnya seperti life jacket dan lain itu, tapi itu hasilnya nihil setelah ada pengecekan dari Polairud," tutur Nezar.
"Tadi Basarnas bersama dengan TNI Angkatan Laut, juga dengan Polairud, sudah menjelaskan langkah-langkah yang sudah dilakukan, termasuk juga mengerahkan 14 kapal dan plus juga dengan satu helikopter hari ini terus melakukan pencarian," sambung dia.
Meski demikian, kendala cuaca berupa jarak pandang (visibility) yang terbatas akibat kabut tebal sempat membatasi pemantauan udara.
"Tadi juga dilaporkan heli sudah terbang, tapi ini ada kabut sehingga visibility agak rendah gitu, cuma 1,5 km. Namun demikian, tetap terus coba diusahakan untuk memantau arus laut dan juga sejumlah titik-titik yang diduga ya, disinggahi atau melintas kapal yang sedang dicari itu," papar Nezar.
Nezar berharap ada kabar positif dari upaya pencarian yang dilakukan dan kapal serta lima jurnalis dan tiga ABK tersebut bisa segera ditemukan.
"Kita tunggu nanti hasilnya, mungkin ketika tim yang sedang mencari kembali, mungkin kita berharap ada perkembangan-perkembangan yang positif untuk bisa segera ditemukan kapal yang sedang kita cari bersama ini," pungkas dia.
(Awaludin)