JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan, bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, memiliki makna sosial dan kebangsaan yang sangat besar. Nasaruddin mengatakan, MTQ sebagai pesta rakyat yang paling besar di seluruh Indonesia.
“Kafilah dari berbagai penjuru Nusantara datang dengan bahasa, budaya, dan tradisi beragam. Mereka bertemu bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan,” ujar Menag Nasaruddin dikutip, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ini kata dia juga menghadirkan pesan inklusivitas melalui cabang ekshibisi Alquran bagi para penyandang disabilitas sensorik tuli dan pemanfaatan mushaf Alquran isyarat.
“Ini menegaskan bahwa Alquran adalah petunjuk bagi semua, tidak boleh ada seseorang pun yang kehilangan kesempatan mempelajari Alquran karena kondisi fisik, sosial ekonomi, ataupun geografis,” ujarnya.
Dia berharap, MTQ mampu menjadi momentum untuk menyambungkan kembali bacaan dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan keteladanan.
‘’Alquran diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan ditadaburi pesan-pesannya. Alquran membumi untuk melangitkan kembali manusia. Alquran datang sebagai undangan sekaligus tiket untuk kembali ke kampung halaman rohani kita di masa akan datang,’’ujarnya.
Nilai-nilai Alquran, kata Nasaruddin, perlu hadir dalam berbagai ruang kehidupan. Dalam keluarga, nilai tersebut antara lain tercermin melalui kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan sikap saling menghormati.
‘’Dalam lingkungan kerja, nilai Qurani dapat diwujudkan melalui amanah, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang adil,’’ ujarnya.