Sadis! Pentolan KKB Sebut 3 ASN Ditembak Mati karena Dituduh Intelijen

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Senin 14 September 2026 00:01 WIB
Tiga ASN yang Tewas Ditembak KKB/Ist
Share :

PAPUA – Penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan menjadi sorotan. Tiga ASN yang tewas adalah Wili Mbuik (26), Aprida Rapi (49), dan Alfonsius Albinus Meha (35).

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Nduga diduga terlibat dalam aksi pembunuhan tiga ASN tersebut.

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menanggapi penembakan tiga ASN di Jayawijaya.

"Laporan TPNPP oleh Kodam Ndugama sangat jelas. Mereka sampaikan bahwa tiga orang itu, mereka melarikan diri. Jadi kita tembak, yang lain tidak tembak karena mereka bersedia diperiksa," kata Sebby, dikutip Minggu (13/9/2026).

KKB teroris kata Sebby juga telah menerima laporan mengenai salah satu perempuan yang dicurigai sebelum kejadian penembakan. Dia menuding perempuan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas intelijen dari Jakarta.

"Dan kami juga sudah terima laporan sebelumnya bahwa ada perempuan ini dicurigai. Kami sudah terima laporan jauh-jauh sebelumnya. Mereka bilang ada satu agen intelijen yang dikirim dari Jakarta," ujarnya.

Dia menyebut orang asli Papua maupun pendatang yang dianggap membantu aparat sebagai pihak yang akan ditindak.

Sebby menambahkan, KKB telah menjalankan apa yang disebutnya sebagai fungsi perang dan hukum humaniter dengan memberikan peringatan kepada warga sipil agar meninggalkan wilayah konflik.

Dia juga mempertanyakan alasan warga dari luar Papua datang dan bekerja di wilayah tersebut. Sebby menyatakan pekerjaan di bidang kesehatan, aparatur pemerintah, pendidikan, pertanian, maupun sektor lainnya seharusnya dapat diisi oleh orang asli Papua.

 

"Siapa suruh kamu datang di Papua? Orang-orang Indonesia ini, cari apa? Siapa suruh datang dan cari apa? Karena tenaga kesehatan, tenaga pegawai negeri, apa pun semua harus difungsikan orang asli Papua," pungkasnya.

Sebelumnya, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT yang terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial.

Keduanya dipastikan merupakan daftar pencarian orang (DPO) yang telah diidentifikasi kepolisian. Mereka diduga terlibat dalam penembakan tiga ASN pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.

Identifikasi tersebut dilakukan setelah kepolisian menyandingkan cuplikan video yang beredar dengan data dan ciri-ciri yang telah dimiliki. Hasil pencocokan tersebut menjadi perkembangan dalam penyelidikan untuk mengetahui keberadaan kedua DPO tersebut.

PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua. Keduanya merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama Pimpinan Egianus Kogoya dan masuk dalam daftar DPO kepolisian.

“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya