JAKARTA – Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) memiliki pasukan elite Peleton Intai Tempur (Tontaipur). Pasukan khusus ini diprakarsai Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menjabat Pangkostrad.
Prajurit Taipur mempunyai spesialisasi dalam bidang sabotase ataupun intelijen serta operasi tempur dengan misi khusus.
Salah satu keahlian prajurit Taipur yang menjadi ciri khas adalah penggunaan senjata tradisional masyarakat Dayak yakni, sumpit dengan jarum mematikan yang racunnya didapat dari getah pepohonan khusus maupun dari bisa ular.
Teknik ini masih masuk dalam kurikulum pelatihan Taipur hingga kini. Kegunaan sumpit sangat menunjang dalam operasi senyap jarak dekat. Jarum yang dikeluarkan dari sumpit bisa menembus sasaran dalam jarak 20-50 meter. Meski jarang digunakan, teknik sumpit tetap dijadikan senjata khusus untuk Kompi Taipur.
Panjang sumpit Kompi Taipur bisa mencapai 1,9 -2,1 meter dan memiliki tiga bagian utama yakni sumpit yang berbentuk pipa, anak sumpit dan mata tombak di ujung depan. Sedangkan panjang jarum mencapai 15 centimeter atau setelapak tangan orang dewasa.
Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, mengatakan, latihan pembentukan Taipur merupakan salah satu tahapan penting dalam menyiapkan prajurit terpilih Kostrad yang memiliki kemampuan khusus, ketangguhan fisik dan mental, serta kesiapan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas dan dinamika lingkungan strategis.
“Melalui proses seleksi dan latihan yang intensif, para prajurit Taipur dibentuk untuk menguasai tujuh komponen kemampuan utama,” ujar Fadjar saat menutup Latihan Pembentukan Taipur XII Kostrad di Menlatpur Kostrad, Jatiluhur, Jawa Barat, dikutip Selasa (15/9/2026).