“Ini bahaya yang dialami banyak negara. Jadi, ini termasuk perang. Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak. Pertama, mereka rusak dulu dengan media sosial yang tidak benar,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyinggung rekam jejak PAN dalam sejarah politik nasional sekaligus menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip demokrasi dan gerakan reformasi.
“Saudara-saudara, tokoh-tokoh PAN memimpin reformasi. Cita-cita kita sama, kita ingin demokrasi. Jangan salah, meskipun saya dari tentara, saya mendukung penuh demokrasi dan reformasi,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)