JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih terjadi di lima daerah di Indonesia pada periode 20-21 September 2026 hingga pukul 07.00 WIB.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengingatkan, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di tengah kondisi musim kemarau.
“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Berton, Senin (21/9/2026).
“Mengingat kondisi musim kemarau dan angin kencang sangat berpotensi memicu kebakaran,” kata Berton.
Karhutla dengan luas lahan terbesar terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kebakaran melanda kawasan Kaki Gunung Klabat, Desa Klabat, Kecamatan Airmadidi, pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 09.00 WIB.
Luas lahan yang terbakar mencapai 60 hektare. Angin kencang membuat api menyebar dengan cepat. Hingga Minggu (20/9), sekitar 10 hektare lahan masih belum padam dan proses pemadaman dilakukan oleh satgas darat.
BPBD Kabupaten Minahasa Utara bersama unsur gabungan melakukan pemadaman menggunakan tiga unit mobil BPBD, empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Minahasa Utara, dan satu unit Damkar TNI.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kebakaran di Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, pada Sabtu (19/9) menghanguskan sekitar 4 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (20/9).
Di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kebakaran lahan gambut terjadi di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 12.10 WIB. Sebanyak 2 hektare lahan terbakar. Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang.
Sementara itu, di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla terjadi di Desa Buyuntaripa, Kecamatan Tojo, dan Desa Sansarino, Kecamatan Ampana. Masing-masing wilayah mengalami kebakaran seluas 1 hektare. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Adapun di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kebakaran terjadi di Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, pada Minggu (20/9). Kebakaran diduga terjadi setelah warga membakar sampah.
Kondisi kemarau dan angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar hingga membakar sekitar 5 hektare lahan.
Berton meminta pemerintah daerah turut meningkatkan pengawasan di wilayah yang rawan terjadi karhutla.
“Sementara itu pemerintah daerah untuk terus melakukan monitoring di wilayah rawan karhutla, memastikan kesiapan sarpras pemadaman, serta melakukan sosialisasi dan patroli terpadu bersama unsur terkait,” ujarnya.
Dia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
“Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera dilakukan penanganan cepat,” pungkasnya.
(Awaludin)