“Untuk menunjang kenyamanan dan kelayakan huni warga, setiap unit huntara dirancang lengkap dengan dua pintu (akses masuk dan keluar) serta dua unit jendela yang dilengkapi ventilasi udara memadai,” ucapnya.
Berton juga menjelaskan rekaman video dan narasi yang menyebut kerangka baja ringan roboh di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, merupakan struktur yang masih berada dalam tahap instalasi awal.
Saat gempa susulan berlangsung, kerangka tersebut belum dikunci secara menyeluruh dan fondasinya belum dicor atau disemen sehingga secara teknis struktur sementara tersebut belum memiliki daya tahan terhadap gaya guncangan horizontal akibat gempa.
“BNPB memastikan kerangka yang roboh tersebut bukan merupakan bagian dari unit huntara yang sudah jadi atau siap huni,” ujar Berton.
Berton melanjutkan, demi menjamin kepastian pemulihan jangka panjang bagi warga terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai Timur, pemerintah terus mempercepat penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi.