Kepala BNPB Klarifikasi Pernyataan 'Kehidupan Masyarakat Normal di Tengah Karhutla'

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Jum'at 25 September 2026 22:19 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: Dok BNPB)
Share :

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meluruskan pernyataannya tentang roda kehidupan masyarakat berjalan normal di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan dampak kabut asap di Kalimantan, yang disampaikannya dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

"Izinkan saya menanggapi pemberitaan mengenai pernyataan saya dalam rapat terbatas bersama Presiden Republik Indonesia pada 23 September 2026 lalu. Dalam ratas, saya menjelaskan bahwa 'roda kehidupan masyarakat berjalan normal' di tengah penanganan karhutla dan dampak kabut asap di Kalimantan," ujarnya, Jumat (25/9/2026).

"Bukan juga dimaksudkan untuk mereduksi fakta menurunnya kualitas hidup masyarakat terdampak karhutla dan kabut asap. BNPB menyadari masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, masih menghadapi dampak serius kabut asap, kualitas udara, kesehatan masyarakat, kegiatan pendidikan, penerbangan, serta aktivitas lainnya di sejumlah lokasi telah terdampak," tuturnya.

Dia menerangkan, dalam laporan yang sama, dia juga menyampaikan tebalnya kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat telah mengganggu penerbangan komersial maupun operasi udara untuk penanganan karhutla. Dengan kata lain, keberlangsungan layanan dasar dan aktivitas masyarakat menjadi salah satu gambaran situasi lapangan yang dilaporkan.

"Namun demikian, aspek keselamatan, kesehatan, kualitas udara, dan penanganan sumber karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah. Saya memahami penggunaan kata normal dapat menimbulkan persepsi seolah-olah kondisi masyarakat tidak terdampak, sehingga saya perlu meluruskan kondisi karhutla masih memerlukan penanganan serius dan pemerintah tidak menganggap persoalan ini telah selesai," jelasnya.

Dia pun memohon maaf kepada masyarakat terdampak karhutla jika pilihan kata yang dia gunakan dalam laporan tersebut dinilai menimbulkan kesan pemerintah menganggap kondisi masyarakat di tengah bencana kabut asap sebagai situasi yang biasa saja karena bukan itu maksudnya. Dia memastikan BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan seluruh unsur terkait terus bekerja keras melakukan pemadaman dan penanganan dampak kesehatan serta perlindungan masyarakat atas ancaman karhutla.

"Kami juga terus memperbaiki dan mengintegrasikan data dari seluruh unsur di lapangan agar informasi yang disampaikan kepada Presiden dan kepada masyarakat menggambarkan kondisi secara utuh dan akurat. Keselamatan, kesehatan dan kualitas hidup masyarakat terdampak, selalu menjadi prioritas utama kami," katanya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya