JAKARTA - Dua tentara Israel tewas setelah sebuah drone milik militer Israel meledak di Jalur Gaza bagian utara dalam insiden “friendly fire”, atau tembakan dari pihak sendiri. Kedua tentara tersebut bernama Sersan Cadangan Ofek Malam (23) dan Sersan Cadangan Nadav Keili (24).
Melansir Anadolu Ajansı, Sabtu (26/9/2026), sebuah drone militer jatuh di dalam posisi militer Israel dan kemudian meledak ketika kedua tentara mendekatinya.
Menurut laporan media Israel Maariv, para tentara dari Brigade ke-16 sedang mengoperasikan sebuah drone di Gaza utara ketika drone tersebut jatuh di dalam posisi militer Israel karena alasan yang hingga kini belum diketahui.
“Drone tersebut meledak ketika kedua tentara mendekatinya untuk memeriksanya,” demikian laporan tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa militer Israel menghentikan sementara pengoperasian jenis drone tersebut hingga penyelidikan awal atas insiden selesai.
Saluran televisi Israel Channel 12 juga melaporkan bahwa militer meluncurkan penyelidikan atas kematian kedua tentara tersebut. Insiden itu disebut terjadi pada Kamis sore di salah satu posisi militer Israel di Gaza utara.
Sekadar diketahui, Israel, dengan dukungan Amerika Serikat telah melancarkan perang di Gaza pada 8 Oktober 2023.
Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.
(Fahmi Firdaus )