JAKARTA - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan, krisis Selat Hormuz dapat diselesaikan melalui diplomasi dan negosiasi, bukan dengan penggunaan kekerasan.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Pezeshkian menyalahkan Amerika Serikat atas penutupan Selat Hormuz. Menurut dia, AS menjadi pihak yang menghalangi jalur menuju Iran.
“Amerika-lah yang menghalangi jalan kami,” kata Pezeshkian, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (26/9/2026).
Dia menambahkan, penutupan Selat Hormuz merupakan respons yang wajar ketika jalur menuju Iran diblokir. “Menutup Selat Hormuz adalah respons wajar ketika jalur menuju Iran terblokir,” ujarnya.
Menurut Pezeshkian, jalur air tersebut dapat kembali terbuka untuk perdagangan apabila negosiasi menghasilkan penyelesaian atas sengketa yang terjadi.