Qodari: KRI Sriwijaya-100 Tak Hanya untuk Pertahanan, Tetapi Juga Tangani Bencana

Binti Mufarida, Jurnalis
Selasa 29 September 2026 09:16 WIB
Kapal Induk KRI Sriwijaya-100. (Foto: Yuwantoro/Okezone)
Share :

JAKARTA — Kedatangan kapal induk pertama Indonesia, KRI Sriwijaya-100, menjadi bagian penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan, khususnya di bidang pertahanan laut. Tak hanya untuk pertahanan, KRI Sriwijaya-100 juga dapat digunakan dalam penanganan bencana.

Potensi KRI Sriwijaya-100 ini dibahas dalam Rapat Kabinet Terbatas mengenai penanganan bencana pada Senin (7/9/2026) lalu. Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar KRI Sriwijaya-100 dimodifikasi sehingga mampu mendukung pengoperasian helikopter dan drone.

Bagi negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas dan kondisi geografis yang beragam seperti Indonesia, Qodari menambahkan, kemampuan untuk bergerak cepat dan menjangkau berbagai wilayah merupakan kebutuhan strategis. Kekuatan pertahanan harus mampu menjawab karakter dan tantangan Indonesia sendiri.

Karena itu, penguatan KRI Sriwijaya-100 memiliki makna yang lebih besar dari sekadar modernisasi alutsista. “Ini adalah bagian dari upaya membangun Indonesia yang semakin kuat, mandiri, tangguh, dan siap melindungi rakyat dalam setiap keadaan,” ucap Qodari.

Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi berbagai risiko bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, hingga berbagai keadaan darurat lainnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya