JAKARTA — Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa dirinya akan melanjutkan politik luar negeri yang telah dijalankan sebelumnya dan terus memprioritaskan kepentingan nasional Indonesia. Hal itu disampaikan Arrmanatha usai dilantik sebagai Menlu RI oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026).
"Suatu hal yang kita syukuri bahwa polugri Indonesia itu selalu konsisten. Jadi siapa pun yang menjabat sebagai Menlu rujukannya jelas: UUD (dasar) kita, dan polugri kita juga jelas: bebas aktif yang sudah sering disampaikan Bapak Presiden," terang Tata.
Tata mengatakan bahwa dia akan melanjutkan apa yang telah dijalankan oleh pendahulunya, Sugiono, dan menjadikan kepentingan nasional Indonesia sebagai prioritasnya.
"Jadi tugas saya di sini adalah melanjutkan apa yang telah dijalankan oleh Bapak Sugiono. Tentunya kita akan terus memprioritaskan hal-hal yang menjadi kepentingan nasional, khususnya terkait dengan Asta Cita. Kita juga harus berkontribusi menjaga stabilitas dan perdamaian tingkat kawasan dan juga tingkat global," lanjutnya.
Sebelum dilantik sebagai Menlu RI, Arrmanatha menjabat sebagai Wakil Menlu. Dia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk PBB di New York (2021–2024), Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO (2019–2021), serta Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI (2014–2019).
(Rahman Asmardika)