Di wilayah lain, bebernya, banjir di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, terjadi pada Selasa 29 September pukul 19.30 WIB setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan Sungai Tempuran meluap hingga ke permukiman di Desa Bukit Alim, Kecamatan Longkib. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu 30 September, sekitar 20 kepala keluarga dan 20 rumah terdampak. Air berangsur surut, meskipun genangan masih terdapat di beberapa ruas jalan.
Dia mengungkap, selain kejadian banjir, penanganan karhutla juga masih berlangsung di sejumlah provinsi. Di Provinsi Kalimantan Barat, karhutla telah berlangsung sejak 1 Januari 2026. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu 30 September pukul 07.40 WIB, luas indikatif lahan terbakar hingga 28 September 2026 mencapai sekitar 38.310,86 hektare.
"Selanjutnya, pada 29 September 2026 tercatat sekitar 24,84 hektare lahan terbakar. Dari luasan tersebut, sekitar 22,5 hektare berhasil dipadamkan dan tersisa sekitar 2,34 hektare untuk ditangani pada operasi berikutnya," ungkapnya.
Dia memaparkan, karhutla di Provinsi Jambi juga tercatat sejak 1 Januari 2026. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu 30 September pukul 22.55 WIB, dari total lahan yang harus dipadamkan pada 29 September 2026 seluas 105,5 hektare, sebanyak 91,5 hektare berhasil dipadamkan sehingga tersisa sekitar 14 hektare pada dua firespot yang akan ditangani pada operasi berikutnya.
Berikutnya, bebernya, karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah terjadi sejak Kamis 15 Januari pukul 17.25 WIB. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu 30 September, total lahan yang harus dipadamkan pada hari tersebut mencapai 157,3 hektare yang tersebar pada 43 firespot. Sebanyak 129,7 hektare berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara. Sementara sekitar 27,6 hektare pada 10 firespot masih dalam penanganan dan akan dilanjutkan pada operasi pemadaman berikutnya.