Sementara itu, ungkapnya, karhutla di Provinsi Sumatera Selatan telah berlangsung sejak 1 Januari 2026. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu 30 September pukul 08.50 WIB, penanganan multipihak terus dilakukan pada sejumlah titik api yang masih aktif. Pada 29 September 2026 tercatat sekitar 363,44 hektare lahan terbakar.
"Sebanyak sekitar 302,94 hektare berhasil dipadamkan oleh Satgas Darat dan sekitar 32 hektare melalui operasi water bombing. Dengan demikian, total sekitar 334,94 hektare telah tertangani dan tersisa sekitar 28,5 hektare yang masih berasap," paparnya.
Di sektor lain, tambahnya, kebakaran lahan TPA Jatibarang di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, masih dalam penanganan. Berdasarkan pemutakhiran pada Rabu 30 September, api belum padam dan pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan. Kebakaran tersebut merupakan kejadian kebakaran TPA Jatibarang yang ketiga. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar lima hektare, sedangkan penyebab kejadian masih dalam penyelidikan.
"Menghadapi potensi bencana yang masih terjadi di sejumlah wilayah, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla di wilayah yang masih mengalami kondisi kering," katanya.
(Arief Setyadi )