JAKARTA - Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan terus mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kejadian KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta. Selama masa investigasi, KAI juga menjalankan sejumlah langkah keselamatan di lapangan dengan menutup 172 perlintasan sebidang.
"Selama masa investigasi, KAI juga menjalankan sejumlah langkah keselamatan di lapangan. Pada 11 Mei 2026, KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi," ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, percepatan dilanjutkan melalui program peningkatan keselamatan pada 190 titik prioritas tahun 2026 yang tersebar di 9 Daop dan 4 Divre di Jawa dan Sumatra. Penanganannya mencakup pemasangan gardu, rambu, alat keselamatan dan komunikasi, penyediaan petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL), serta pemasangan pintu perlintasan.
"Pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing. Berdasarkan pembaruan 28 September 2026, pekerjaan sipil telah berjalan di 183 dari 190 lokasi, sementara pekerjaan modular tercatat pada 69 lokasi. Pada tahap lainnya, pekerjaan rambu tercatat di 26 lokasi, palang pintu di 2 lokasi, serta alat komunikasi di 87 lokasi," tuturnya.
Anne menambahkan, edukasi keselamatan kepada masyarakat terus dilakukan. Sepanjang 2022–2025, KAI mencatat 6.259 pelaksanaan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 1.024 penutupan perlintasan sebidang liar dan rawan, serta 988 pelaksanaan sosialisasi dan edukasi di sekolah dan tempat ibadah. Sebanyak 2.646 spanduk peringatan juga dipasang di perlintasan rawan selama 2022 hingga Juni 2024.
"Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Seluruh progres terus kami pantau agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik," kata Anne.
Adapun enam rekomendasi KNKT tersebut secara umum mencakup penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, serta peningkatan kemampuan personel dalam mengenali potensi bahaya. Sejumlah tindak lanjut telah berjalan melalui penyempurnaan prosedur, peningkatan pelatihan, evaluasi sistem kerja, serta kajian pada aspek operasional yang direkomendasikan KNKT.
(Arief Setyadi )