"Kemudian situasi menjadi baik di sana, kami maju lagi ke depan. Rebut lagi daerah hitam lagi tempat OPM, sehingga OPM harapannya akan terkepung," imbuhnya.
Kendati begitu, Lucky menegaskan, tindakan itu bukan bentuk kebencian terhadap OPM. Ia pun berharap anggota OPM dapat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
"Kami tidak membenci OPM, tapi kami mengharapkan mereka bisa segera kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi: meletakkan senjata, menyambangi pos-pos TNI, kemudian sama-sama membangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera," pungkasnya.
(Awaludin)