Prabowo pun meminta jajarannya menentukan sikap dalam menghadapi tantangan tersebut. Prabowo menegaskan, dalam pemerintahannya, jalan yang dipilih adalah kebenaran dan tidak akan pernah menyerah kepada pihak-pihak yang serakah serta tidak setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
"Pilihannya adalah pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin," imbuhnya.
Prabowo mengaku mengetahui adanya tekanan dan ancaman yang diterima sejumlah pihak yang terlibat dalam upaya penertiban tersebut. Bahkan, kata dia, ancaman tidak hanya ditujukan kepada individu, tetapi juga kepada keluarga mereka.
Meski demikian, Prabowo mengapresiasi jajaran yang tetap bertahan dan tidak mundur dalam menjalankan tugas. Ia berterima kasih kepada mereka yang memilih tetap berjuang bersama pemerintah untuk mengamankan kekayaan negara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Prabowo juga menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi serangan dari pihak-pihak yang menentang kebijakan pemerintah. Ia mengatakan pemerintah akan tetap berjalan meski menghadapi serangan di media sosial maupun aksi demonstrasi yang menurutnya dibiayai oleh kelompok tertentu.
"Percayalah kebenaran akan menang, percayalah kita di atas jalan yang benar, kita tidak ragu-ragu, biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka serang kita di sosmed, mereka mau biayai demonstrasi, kita tidak gentar," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi kerja Satgas PKH yang telah menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara. Hingga saat ini total uang tunai yang berhasil dikembalikan ke Kementerian Keuangan sekitar Rp52 triliun atau USD3 miliar.
(Awaludin)