KSAD Jenderal Maruli Kumpulkan Pemred Media, Bahas Program TNI AD

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Jum'at 09 Oktober 2026 15:20 WIB
KSAD Jenderal Maruli Kumpulkan Pemred Media/Okezone
Share :

“Sudah selesai 2.828. Ini ada juga yang memang 170-an yang kita kerjakan secara swakelola dulu sebelum pakai anggaran Presiden,” katanya.

Selain jembatan, Maruli menyebut TNI AD menjalankan program penyediaan air bersih. Menurut dia, program tersebut dikembangkan dengan melatih personel di daerah agar dapat melakukan survei sendiri sehingga biaya pembangunan bisa ditekan.

Dalam sesi tanya jawab, Maruli turut menanggapi pertanyaan mengenai enam Kodam baru dan pembentukan batalion teritorial pembangunan. Dia membantah perluasan struktur TNI AD tersebut ditujukan untuk memperluas pengaruh militer di ranah sipil.

“Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pemerintahan daerah dalam segi yang lain, kecuali pemerintah daerah tersebut mau minta bantuan kepada kami,” kata Maruli.

Dia menjelaskan, keberadaan Kodam di setiap provinsi direncanakan untuk memperkuat sistem pertahanan sekaligus mempermudah penanganan operasi militer selain perang (OMSP), termasuk penanggulangan bencana.

Maruli berharap komunikasi dengan media dapat terus terjalin agar program-program TNI AD tersampaikan kepada masyarakat. Dia juga meminta media memberikan dukungan terhadap program yang dijalankan.

“Saya juga mohon dukungan pada dari rekan-rekan media semua,” ujarnya.

Sementara itu, Aiman Witjaksono mengapresiasi kesempatan yang diberikan TNI AD kepada media untuk kembali berdiskusi langsung dengan Kasad. Dia berharap komunikasi terbuka antara TNI AD dan media dapat terus dipertahankan.

“Kalau bicara soal komunikasi, tujuannya adalah reduction uncertainty, mengurangi ketidakpastian. Dan Pak Kasad ini orang yang paling hebat dalam mengurangi ketidakpastian itu,” kata Aiman dalam sambutannya.

Menurut Aiman, keterbukaan informasi penting untuk memberikan kepastian kepada publik. Dia menilai pertanyaan wartawan, termasuk mengenai isu-isu terkini, perlu dijawab agar tidak menimbulkan ketidakpastian.

“Karena informasi itu harus dijawab, bukan dihindari. Karena publik butuh jawaban, kepastian. Apapun itu,” tandasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya