JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menggelar pertemuan dengan para pemimpin redaksi dan perwakilan 37 media di Gedung A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang komunikasi langsung setelah dua tahun kegiatan serupa tidak digelar.
Acara itu turut dihadiri Direktur Pemberitaan iNews Media Group Syafril Nasution dan Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono, serta para pejabat utama Mabesad.
Maruli menyebut pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperbaiki komunikasi antara TNI AD dan media.
“Setelah 2 tahun kita ternyata lupa untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Ya saya kira ini tadi ada beberapa evaluasi yang mungkin bisa kita kerjakan sehingga kita bisa belajar juga cara berkomunikasi dengan baik,” kata Maruli.
Dalam pertemuan tersebut, Maruli memaparkan sejumlah program TNI AD, mulai dari penambahan personel, pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, hingga dukungan terhadap pembangunan di daerah.
Maruli mengatakan, penambahan personel diperlukan untuk menjawab kebutuhan penugasan di wilayah Indonesia yang luas dan berbentuk kepulauan.
Jenderal Kopassus ini mengatakan, keterbatasan jumlah personel selama ini menyulitkan TNI AD dalam menjalankan tugas, termasuk membantu masyarakat saat terjadi bencana.
“Jadi itu kenapa kita perbanyak personel-personel kita. Jadi kita tidak berpikiran militerisme, militarism, whatever, segala. Tidak juga, tidak mikir gitu,” ujarnya.
Maruli juga memaparkan program pembangunan jembatan untuk membuka akses masyarakat di wilayah terpencil. Dia menyebut TNI AD sedang mengerjakan 4.477 jembatan dan menargetkan penyelesaian 5.000 jembatan pada tahun ini.
“Sudah selesai 2.828. Ini ada juga yang memang 170-an yang kita kerjakan secara swakelola dulu sebelum pakai anggaran Presiden,” katanya.
Selain jembatan, Maruli menyebut TNI AD menjalankan program penyediaan air bersih. Menurut dia, program tersebut dikembangkan dengan melatih personel di daerah agar dapat melakukan survei sendiri sehingga biaya pembangunan bisa ditekan.
Dalam sesi tanya jawab, Maruli turut menanggapi pertanyaan mengenai enam Kodam baru dan pembentukan batalion teritorial pembangunan. Dia membantah perluasan struktur TNI AD tersebut ditujukan untuk memperluas pengaruh militer di ranah sipil.
“Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pemerintahan daerah dalam segi yang lain, kecuali pemerintah daerah tersebut mau minta bantuan kepada kami,” kata Maruli.
Dia menjelaskan, keberadaan Kodam di setiap provinsi direncanakan untuk memperkuat sistem pertahanan sekaligus mempermudah penanganan operasi militer selain perang (OMSP), termasuk penanggulangan bencana.
Maruli berharap komunikasi dengan media dapat terus terjalin agar program-program TNI AD tersampaikan kepada masyarakat. Dia juga meminta media memberikan dukungan terhadap program yang dijalankan.
“Saya juga mohon dukungan pada dari rekan-rekan media semua,” ujarnya.
Sementara itu, Aiman Witjaksono mengapresiasi kesempatan yang diberikan TNI AD kepada media untuk kembali berdiskusi langsung dengan Kasad. Dia berharap komunikasi terbuka antara TNI AD dan media dapat terus dipertahankan.
“Kalau bicara soal komunikasi, tujuannya adalah reduction uncertainty, mengurangi ketidakpastian. Dan Pak Kasad ini orang yang paling hebat dalam mengurangi ketidakpastian itu,” kata Aiman dalam sambutannya.
Menurut Aiman, keterbukaan informasi penting untuk memberikan kepastian kepada publik. Dia menilai pertanyaan wartawan, termasuk mengenai isu-isu terkini, perlu dijawab agar tidak menimbulkan ketidakpastian.
“Karena informasi itu harus dijawab, bukan dihindari. Karena publik butuh jawaban, kepastian. Apapun itu,” tandasnya.
(Fahmi Firdaus )