Perkuat Deteksi Tsunami, BMKG Pasang Radar Canggih Berjangkauan 150 Km di Aceh

Binti Mufarida, Jurnalis
Jum'at 09 Oktober 2026 15:35 WIB
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.
Share :

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoperasikan teknologi High Frequency (HF) Radar Array di Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar. Perangkat radar canggih dengan jangkauan pantau hingga radius 150 kilometer ini difungsikan untuk memperkuat sistem deteksi dini tsunami, keselamatan pelayaran, serta mitigasi bencana di wilayah pesisir.  

 Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemasangan HF Radar Array di Ujong Batee melengkapi perangkat serupa yang telah terpasang sebelumnya di Lam Teungoh, Kabupaten Aceh Besar. Kombinasi dua lokasi strategis ini memungkinkan BMKG memantau dinamika arus permukaan, gelombang, hingga arah angin di perairan pantai utara Aceh secara lebih akurat dan terintegrasi.

“BMKG memasang HF Radar Array di Ujong Batee untuk memperkuat pemantauan dinamika laut hingga jangkauan 150 kilometer. Teknologi ini mampu menyediakan informasi arus permukaan laut secara berkelanjutan dan mendukung pemantauan perubahan kondisi laut, termasuk sebagai salah satu sumber data pendukung dalam sistem deteksi dini tsunami. Informasi tersebut juga bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan mendukung aktivitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan,” ujar Faisal dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (9/10/2026).

Sejarah mencatat Aceh sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi akibat aktivitas seismik dan dinamika atmosfer, seperti tsunami 2004 serta Siklon Tropis Senyar. Oleh karena itu, BMKG menghadirkan HF Radar Array untuk menyampaikan informasi dan peringatan dini yang cepat, akurat, serta berkualitas demi meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat.

Sistem HF Radar Array di Ujong Batee terhubung langsung dengan pusat pengolahan data BMKG di Jakarta. Infrastruktur data ini dirancang untuk menjaga kesinambungan operasional sistem observasi dan mendapat cadangan (backup) penuh dari pusat data BMKG di Bali yang dibangun dengan standar bangunan tahan gempa. Fasilitas di Ujong Batee ini merupakan bagian dari jaringan 10 titik lokasi HF Radar hasil kerja sama Indonesia-Prancis.

 

Dengan beroperasinya alat modern ini, Provinsi Aceh kini didukung oleh dua teknologi radar utama milik BMKG, yaitu Radar Cuaca C-Band dan HF Radar Array. Kehadiran teknologi terdepan ini menjadi langkah vital untuk meningkatkan efisiensi aktivitas nelayan, menjaga keselamatan pelayaran, serta memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi maritim.

Selain pengembangan infrastruktur observasi, BMKG terus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui program Sekolah Lapang. Program tersebut meliputi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), Sekolah Lapang Iklim (SLI), serta Sekolah Lapang Geofisika (SLG). Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Provinsi Aceh, BMKG menyelenggarakan tiga Sekolah Lapang secara terpadu guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan informasi cuaca, iklim, dan mitigasi bencana.

Wakil Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, menjelaskan bahwa peresmian HF Radar Array merupakan wujud nyata penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis, khususnya dalam pengembangan teknologi observasi serta peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana.

Melalui sinergi ini, kedua pihak terus mengembangkan teknologi pemantauan dan sistem peringatan dini guna menganticipasi ancaman bencana hidrometeorologi serta dinamika iklim di wilayah pesisir Aceh. Proyek kolaboratif ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis pemantauan wilayah perairan, tetapi juga memperkokoh kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi risiko bencana secara lebih terukur.

“Kemitraan jangka panjang antara AFD dan BMKG mencerminkan semakin eratnya hubungan antara Prancis dan Indonesia, menyusul peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto di Paris pada 28 Mei 2026,” kata Fabien Penone.

Country Director AFD untuk Indonesia, Sandrine Boucher, menegaskan kembali komitmen ini dilakukan untuk mendukung mitigasi bencana dan melindungi masyarakat pesisir Aceh melalui kerja sama teknologi radar maritim bersama BMKG.

 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata dari kualitas hubungan kerja sama yang erat antara AFD dan BMKG. Pihaknya optimistis dapat terus melanjutkan dan memperluas dukungan terhadap penguatan ketahanan iklim serta keselamatan masyarakat pesisir di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Robby Irza, mewakili Wakil Gubernur Aceh, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi maritim ini mengingat masyarakat Aceh memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan wilayah perairan. Nelayan menggantungkan mata pencaharian dari laut, masyarakat pesisir bertumpu pada ekonomi kelautan, dan transportasi laut menjadi sarana vital penghubung antarwilayah kepulauan di Aceh.

Pemerintah Aceh menekankan bahwa keberadaan HF Radar Array bukan sekadar penghasil data teknis atau statistik, melainkan sarana untuk menyelamatkan nyawa dan penghidupan masyarakat. Data real-time mengenai arus dan gelombang langsung menentukan keputusan kapan nelayan harus melaut dan bagaimana kapal menavigasi perjalanan dengan aman.

BMKG menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Kedeputian Bidang Meteorologi, Direktorat Meteorologi Maritim, serta tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG se-Aceh yang telah mendukung kelancaran proses perencanaan hingga pengoperasian fasilitas ini.

BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi pemasangan, untuk ikut menjaga dan melindungi fasilitas HF Radar Array Ujong Batee. Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan agar alat pemantau ini dapat beroperasi optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi keselamatan bersama.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya