Penanganan karhutla terus dilakukan Satgas Darat dan Udara di sejumlah wilayah. Hingga 7 Oktober 2026, total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 319,41 hektare.
Rinciannya, Satgas Darat memadamkan lahan seluas 298,41 hektare, sedangkan Satgas Udara memadamkan 21 hektare. Sementara sekitar 71,20 hektare lahan yang masih terbakar terus diupayakan untuk dipadamkan.
Dalam pemantauan selama 24 jam, satelit NOAA20 mendeteksi 49 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebanyak 45 titik berada di Ogan Komering Ilir dan empat titik di Muara Enim.
Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada dalam kategori sangat mudah terbakar.