Pramono menjelaskan, salah satu upaya mengurangi kemacetan di Jakarta adalah mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Salah satunya melalui pengembangan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah kota penyangga.
"Saya jelaskan banyak hal, tapi kata kuncinya adalah bagaimana mengubah orang dari yang selama ini menggunakan fasilitas pribadi, kendaraan pribadi, mau bersedia naik transportasi umum," kata dia.
Ia menambahkan, layanan Transjabodetabek kini menghubungkan sejumlah wilayah penyangga dengan Jakarta. Menurutnya, pengembangan konektivitas transportasi menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum.
"Maka sekarang ini kan ada Transjabodetabek dari Jakarta ke Blok M, dari Bekasi ke Blok M, dari Tangerang Selatan ke Blok M, bahkan sekarang orang ngomong, kalau perlu dari Blok M ke Bali, dari Blok M ke Bandung dan sebagainya," imbuhnya.
Menurut Pramono, persoalan kemacetan di Jakarta tidak bisa diselesaikan hanya dengan berfokus pada wilayah Ibu Kota. Hal itu karena setiap hari jutaan orang dari daerah penyangga masuk ke Jakarta untuk beraktivitas.
"Karena persoalan kemacetan di Jakarta ini ketika pagi hari ada kurang lebih 3,5 sampai 4 juta orang datang masuk ke Jakarta, sore hari kembali ke kediamannya masing-masing," pungkasnya.
(Awaludin)