JAKARTA - Asap yang menyelimuti wilayah Palembang, Sumatera Selatan, menyebabkan jarak pandang rendah. Kondisi ini memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dalam beberapa hari terakhir.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu penerbangan komersial di bandara, tetapi juga operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digerakkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengubah strategi dengan melakukan OMC dari bandara yang tidak jauh dari Sumatera Selatan.
Jarak pandang di Bandara Depati Amir masih di atas 1.800 meter sehingga tergolong aman untuk melaksanakan OMC. Pada Jumat 9 Oktober, BNPB telah melaksanakan OMC sebanyak satu sorti penyemaian di atas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin. Total bahan semai yang disebarkan seberat 1.000 kg.
Sementara itu, pada Sabtu 10 Oktober, BNPB kembali melakukan OMC sebanyak dua sorti. Kali ini, penyemaian ditargetkan di atas wilayah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir pada sorti pertama. Pada sorti kedua, penyemaian dilakukan di atas wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu. Masing-masing sorti penerbangan mengangkut 1.000 kg bahan semai.