Kemenkes Catat Lebih 200 Ribu Kasus ISPA Imbas Karhutla, 63 Ribu Balita

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 13:30 WIB
Kemenkes sampaikan kasus ISPA imbas Karhutla (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 219.559 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 63.711 kasus ISPA diderita anak di bawah usia lima tahun (balita).

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, menyampaikan bahwa pihaknya mendeteksi ada 12 daerah berbahaya yang tersebar di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau. Jumlah itu didata hingga Selasa (13/10/2026) pukul 13.30 WIB.

"Tentunya ini berakibat terhadap risiko kesehatan, karena kita tahu asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yaitu PM 2.5, maupun karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti ISPA," kata Then saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

"Secara kumulatif ini ada 283.270 dengan kasus terbanyaknya di usia di atas 5 tahun yaitu 219.559 di 7 provinsi, 63 kabupaten/kota. Dan paling banyak kalau kita lihat di Kalimantan Selatan sebanyak 74.636, diikuti oleh Sumatera Selatan 74.458," ucap Then.

Then menyampaikan pihaknya telah melakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah peningkatan kasus ISPA. Salah satunya, Kemenkes melakukan edukasi dan promosi kesehatan untuk mengurangi risiko krisis kesehatan.

Pihaknya juga melakukan pemantauan penyakit ISPA, pneumonia, asma maupun iritasi mata dan kulit. Termasuk ketersediaan daripada stok obat, bahan medis habis pakai (BMHP), dan kondisi kapasitas Puskesmas dan rumah sakit.

"Demikian juga kami melakukan surveilans kualitas udara dalam ruangan sehingga Dinas maupun Puskesmas memantau dan menginput data sehingga kita tahu peningkatan kadar udara di dalam ruang maupun luar ruangan untuk wilayah masing-masing Puskesmas," imbuhnya.

Di sisi lain, Kemenkes juga telah menerbitkan surat kewaspadaan untuk dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan agar menyiapkan layanan kesehatan. Kemenkes juga merekomendasikan pembelajaran jarak jauh bagi wilayah terdampak karhutla kepada Kemendikdasmen dan Kemenag.

"Dan tentunya seluruh pos dan Puskesmas yang ada di wilayah eh 7 provinsi tersebut kami siapkan termasuk rumah sakit, labkesmas, maupun PSC 119-nya," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya