Kedua negara dilaporkan meningkatkan latihan militer, termasuk penerbangan di atas wilayah Irak untuk melatih manuver serangan.
Menurut laporan tersebut, target potensial dalam operasi militer itu dapat mencakup fasilitas nuklir Iran, persenjataan rudal dan drone, hingga infrastruktur energi.
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa rencana serangan tersebut akan benar-benar dilaksanakan.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada The New York Times, bahwa pemerintah AS tidak memberikan komentar mengenai rencana militer yang mungkin ada ataupun tidak ada.
Perkembangan ini memperlihatkan adanya dua sinyal di tengah konflik: pernyataan Trump mengenai kemungkinan berakhirnya perang dan laporan mengenai persiapan opsi serangan militer lanjutan oleh AS dan Israel.
(Awaludin)