Letjen Lucky Avianto: 2 Komandan KKB Ditembak Mati Terkenal Sadis hingga Dijuluki Raja Tega!

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Selasa 27 Oktober 2026 10:10 WIB
‎Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto
Share :

JAKARTA - ‎ Pasukan TNI menembak mati dua anggota dari Wakil Komandan Operasi atau Wadan Ops TPNPB OPM/KKB Batalyon Wesem Kodap III Ndugama pimpinan Wariambo Wandikbo, di sekitar Kampung Nonggoloid, Kenyam Komplek, Papua Pegunungan.

‎Keduanya bernama Keli Giban dan Cat Giban, anggota dari Wakil Komandan Operasi atau Wadan Ops TPNPB OPM Batalyon Wesem Kodap III Ndugama pimpinan Wariambo Wandikbo, yang terkenal sangat sadis, hingga dijuluki si Raja Tega oleh masyarakat Papua, khususnya warga Kenyam, Papua Pegunungan.

‎Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, keduanya tewas dalam adu tembak dengan Satgas Rajawali VI Koops Habema yang berada di bawah kendali Kogabwilhan III.

“Sebelum peristiwa tersebut terjadi, pasukan TNI sudah berupaya meminta mereka untuk menyerah, namun imbauan ini dijawab dengan tembakan peluru tajam secara membabi buta ke arah pasukan TNI, yang ditembakkan oleh Keli Giban dan Cat Giban bersama empat orang anggota OPM lainnya,” ujar Lucky, Selasa (27/10/2026).

‎‎Dari lokasi, pasukan TNI menemukan sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai puluhan juta rupiah, senapan angin modifikasi yang dapat menembakkan peluru tajam, empat kotak amunisi, berbagai jenis senjata tajam, dan bendera Bintang Kejora.

‎“‎Atas fakta itulah, kami memastikan klaim atau pernyataan OPM bahwasanya keduanya adalah warga sipil adalah hoaks, dan hoaks atau fitnah seperti ini selalu dilakukan oleh OPM untuk membuat stigma negatif terhadap TNI,” ujarnya.

 

‎‎Lucky menegaskan, dalam mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, sesuai dengan Rules of Engagement (ROE), pasukan Satgas TNI terlebih dahulu memastikan bahwa sasaran tembak mereka adalah OPM, khususnya mereka yang terlihat memegang senjata.

‎“‎Seluruh tindakan prajurit TNI dipastikan profesional dan menjunjung tinggi hukum serta HAM, mengingat personel TNI senantiasa mengedepankan prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto, di mana keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,”ujarnya.

“Sehingga TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dengan situasi tertentu, khususnya situasi mendesak,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya