Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Sukorejo, Minyak Tanah untuk Mengobati Gatal

Lukman Hakim , Jurnalis-Sabtu, 05 Januari 2008 |15:54 WIB
Di Sukorejo, Minyak Tanah untuk Mengobati Gatal
A
A
A

PONOROGO - Ada-asa saja. Karena harta bendanya habis dibawa banjir, ratusan warga Desa Kranggan, Sukorejo yang terserang penyakit gatal memilih minyak tanah untuk mengobati penyakit sesudah banjir tersebut.

Nartini (35) warga Dusun Grojogan Desa Kranggan, Sukorejo mengaku sudah terserang gatal-gatal mulai dari kaki, tangan, dan juga bagian tubuh yang lain sejak satu hari pascabanjir. Untuk mengobatinya ia menggunakan minyak tanah, menurutnya minyak tanah mengandung panas, jika dioleskan ke kulit akan terasa panas sehingga akan mengurang rasa gatal. "Minyak tanah kan panas Mas, pasti bisa mengurangi rasa gatal," ujarnya. Sabtu (5/1/2008).

Ia mengaku tidak bisa membeli obat, karena seluruh harta bendanya ludes terbawa banjir, seluruh pakaiannya juga tidak tersisa. Pakaian yang ia gunakan sekarang adalah pakaian hasil dari sumbangan warga.

Ia juga mengaku saat ke balai desa untuk minta obat selalu saja habis, sehingga ia tidak punya pilihan lain untuk mengobati panyakit gatalnya selain menggunakan minyak tanah.

Disamping itu ia juga mengeluh karena distribusi obat-obatan tidak merata untuk seluruh warga desa, sehingga masih banyak warga yang belum mendapat bantuan obat. "Jika minta obat ke balai desa selalu saja dibilang habis," keluhnya.Warga desa ini terserang penyakit gatal-gatal satu hari setelah bencana banjir menenggelamkan desa ini pada Rabu (26/12/07) kemarin.

Sementara itu, Marwan (48) warga Desa Kranggan Kec Sukorejo juga mengaku untuk mengobati rasa gatal yang ada di kakinya, ia menggunakan minyak tanah.

Ia mengaku setelah menggunakan minyak tanah, rasa gatal sedikit berkurang, namun tidak sampai bisa mengobati penyakit itu hingga sembuh. Disamping itu, minyak tanah yang dioleskan juga bisa melindungi kulit dari bakteri penyakit yang ada dalam lumpur atau genangan air, sebab hingga kini aroma air juga masih terasa menyengat akibat bangkai binatang.

"Dioles minyak tanah bisa sedikit mengurangi rasa gatal, tapi tidak bisa menyembuhkan," tukasnya.

Diketahui Desa Kranggan memiliki 2 dusun yakni Grojogan, Jayengranan yang didiami sekitar 783 warga dan desa ini salah satu desa terparah yang terkena bencana banjir.

Saat itu ketinggian air mencapai 2,5 meter, akibatnya seluruh air sumur maupun air sumber menjadi keruh, akibatnya seluruh air sudah terkontaminasi dengan bakteri bangkai ribuan hewan yang mati dalam bencana tersebut.

(Syukri Rahmatullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement