SUKABUMI - Sub Dinas (Subdin) Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Kab Sukabumi berhasil menemukan benda purbakala berupa cangklong. Benda sejenis pipa yang biasa digunakan untuk merokok tersebut diperkirakan dibuat 1000 tahun sebelum masehi (SM).
Benda peninggalan zaman Megalitik ini ditemukan pada awal 2008 silam di sebuah kawasan purbakala yang berada di situs Tugu Gede Cengkuk yang terletak di Kampung Cengkuk, Desa Margalaksana, Kec Cikakak, Kab Sukabumi. Ini adalah situs purbakala terbesar di Indonesia.
Kepala Subdin Kebudayaan Dinas Pendidikan Kab Sukabumi, Enung Nurhayati, mengatakan cangklong berusia ribuan tahun tersebut terbuat dari batu sepanjang 20 Cm dengan ketebalan 10 Cm dengan lubang sebagai tempat pembakaran tembakau sebesar jempol manusia dewasa.
"Ada keunikan dari benda purbakala ini. Meski telah ribuan tahun terpendam di dalam tanah, namun masih menyisakan aroma tembakau yang telah dibakar. Dengan temuan ini, maka kami menyimpukan, bahwa pada zaman Megalitik itu telah terdapat peradaban," tutur Enung Nurhayati, Kamis (27/11/2008).
Selain Cangklong, Subdin Kebudayaan juga berhasil menemukan dua buah pinggan atau mangkuk serta sebuah buyung atau tempat penyimpanan. Benda-benda purbakala itu terbuat seluruhnya dari porselin. Dari kedua pinggan itu, satu di antaranya berupa pecahan. Sedangkan pinggan lainnya masih relatif utuh.
Begitu juga dengan buyung setinggi kurang lebih 50 Cm yang ditemukan masih dalam kondisi utuh. Benda tersebut memiliki ukiran di beberapa bagian dengan didominasi warna krem. Pada bagian lehernya berukuran sekitar 15 Cm, sedangkan diameter badannya mencapai 60 Cm.
"Temuan-temuan ini semakin membuka tabir sejarah. Kesimpulan sementara telah menunjukan bahwa situs Cengkuk ini adalah pusat perniagaan dan kebudayaan. Tingkat pengetahuan manusia terdahulu ini bisa dilihat dari sebuah side plan atau peta yang kami temukan di sekitar kawasan Cengkuk. Benda ini tebuat dari batu pipih yang diatasnya terdapat gambar, bila menggunakan air maka akan memperlihatkan peta Cengkuk baik arah maupun bentuknya," papar Enung.
Perlu diketahui, Situs Cengkuk ini berdiri di atas lahan seluas 2 hektar. Pertama kali situs purbakala tersebut ditemukan oleh warga Belanda pada kisaran tahun 1983. Hampir setiap tahunnya, Pemkab Sukabumi maupun Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran untuk kegiatan ekskapansi. Pada tahun 1992 ditemukan bagian bawah patung Dewa Siwa. Memasuki tahun 2005, arca tersebut ditemukan secara lengkap.
Situs ini juga disimpulkan sebagai pusat peribadatan. Ini menyusul ditemukannya sebauh batu berukuran besar yang disekelilingnya terdapat sebuah altar. Di tempatini juga ditemukan beberapa benda purbakala berupa keramik dan gerabah yang diperkirakan peninggalan Dinasti Sung dan Ming.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.