Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Takhayul Jaga Kelestarian Sumber Sirah

Solichan Arif , Jurnalis-Minggu, 02 Agustus 2009 |07:23 WIB
Takhayul Jaga Kelestarian Sumber Sirah
Tampak mata air wisata Sumber Sirah di Desa Sukowidodo Kec Karangrejo Kabupaten Tulungagung. (Foto: Solichan Arif/okezone)
A
A
A

TULUNGAGUNG - Tidak sulit mencari wisata Sumber Sirah. Dari pusat kota Tulungagung, lokasi ini terentang sejauh 14 kilometer menuju arah Kediri. Sekitar 2-3 kilometer masuk lokasi, setiap pengunjung akan menjumpai tugu selamat datang Desa Sukowidodo dengan tambahan  tulisan di bawahnya  kawasan Wisata Sumber Sirah.

Sekitar 10 menit selepas dari sana, pengunjung akan mendapati jalan setapak tanah basah berbatu berkelok menuju area persawahan. Ada sekitar 500 meter panjangnya. Pohon trembesi raksasa bersebelahan dengan beringin yang tak kalah rentanya, akan pertama kali kita jumpai.

Banyaknya tumbuhan rindang membuat suasana temaram seolah, lokasi ini digelayuti mendung tebal. Suara gemericik air diringi sahut-sahutan suara burung diatas pohon membuat suasana terkesan angker.

"Kalau jam-jam pagi sampai siang sepi nak. Biasanya yang datang kemari sore hari," tutur Ny Ratmi (65), warga setempat sambil mencuci pakaian.

Meski terlihat besar dan terkesan angker, mata air Sumber Sirah tidak terlalu dalam. Pada lokasi bagian tengah, kedalaman air hanya sekitar 2-3 meter. Sementara pada bagian pinggir hanya sepaha orang dewasa. Karenanya, selain menjadi tempat wisata dan kebutuhan air minum, mata air ini juga menjadi tempat mencuci sebagian warga yang bertempat tinggal di dekatnya.

"Biasanya jam-jam seperti ini nak," terang Ny Ratmi.

Kendati warga bisa "seenaknya" menggunakan air yang ada, sebagian besar warga tidak berani bertingkah berlebihan atau menyalahi norma etika ketika berada di lokasi mata air.  Menurut pengalaman yang terjadi, tidak sedikit pengunjung jatuh sakit setiba di rumah, hanya karena berkata-kata kotor atau merusak pohon yang ada.

"Biasanya kalau sudah seperti itu, orang ini akan datang lagi ke sini sambil mengambil airnya untuk menyembuhkan sakitnya. Itu pernah terjadi pada warga Kediri yang ke sini. Pulangnya langsung sakit seperti orang kesurupan," terangnya.

Keyakinan adanya "penunggu" sumber mata air dibenarkan Paiman (70) selaku juru kunci Sumber Sirah. Karenanya dirinya selalu mewanti-wanti kepada setiap pengunjung untuk selalu  menjaga etika, termasuk tidak merusak alam di sekitar mata air. Paiman tidak segan menghardik dengan keras ketika ada pencari kayu yang memotongi dahan atau ranting yang bisa berakibat kematian tumbuhan.

Ia juga berani meminta pasangan pengunjung yang intim kelewat batas di sekitar lokasi yang teduh itu untuk mengakihiri perbuatanya. "Itu semua saya lakukan untuk menjaga kelestarian alam sumber ini. Jangan sampai dikotori," paparnya.

Paiman melakukan itu semua setelah sebelumnya bermimpi didatangi seorang laki-laki bersorban putih. Laki-lagi yang terlihat "Agung" itu memintanya menjaga mata air dengan baik. Karena itu, ayah 7 putra dengan 9 orang cucu ini percaya jika lokasi Sumber Sirah ini sebagai tempat suci.

"Dalam mimpi itu setelah bicara, laki-laki bersorban itu berubah wujudnya menjadi seekor buaya putih. Dan saya langsung terbangun," terangnya.

Sikap keras Paiman yang memegang erat keyakinannya itu secara tidak langsung menjadi benteng kelestarian sumber mata air Sirah.

Cerita bersifat takhayul itu secara tidak langsung membuat para tangan-tangan kotor gentar untuk melakukan perbuatan yang tidak bertanggung jawab pada lokasi Sumber Sirah. Pada hari-hari tertentu secara rutin, sebagian besar warga Desa Sukowidodo juga menggelar ritual semacam bersih desa. Kegiatan berbau mistis ini serupa dengan kegiatan masyarakat pada umumnya membersihkan lingkungan sekitarnya.  

"Kalau semua orang tidak takut dengan hal-hal seperti ini, mungkin alam Sumber Sirah ini rusak dari dulu. Dan malapetaka yang bisa muncul adalah banjir besar," pungkasnya.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement