Share

PT Carrefour Indonesia Belum Ambil Langkah Hukum

Muhammad Uzair, Koran SI · Kamis 13 Agustus 2009 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2009 08 13 1 247800

PALEMBANG - Manajemen PT Carrefour Indonesia masih belum mengambil langkah hukum, meski gerai Carrefour di Palembang Square (PS) telah dipaksa pindah oleh pemilik gedung dalam hal ini PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS). PT BJLS ini sendiri sekarang sudah dikendalikan oleh pemilik baru yang merupakan perusahaan yang memiliki saham bergerak di bidang hypermarket.

Coorporate Affair Director Carrefour, Irawan D Kadarman, mengatakan hingga saat ini mereka belum masuk ke pengadilan. Namun mereka tetap akan menempuh jalur hukum. "Paling lambat minggu depan, kami juga sudah melaporkan ke KPPU (Komisi Penyelidikan Persaingan Usaha) perihal monopolistik pemilik mall dan retail," ucapnya saat jumpa pers di Hotel Horison, Palembang, Kamis (13/8/2009).

Menurutnya, pemindahan paksa yang dilakukan PT BJLS terhadap mereka, sama sekali tidak memilik alasan yang mendasar dan tidak ada kaitannya dalam surat kontrak. Padahal dalam surat kontrak, sewa Carrefour baru habis tahun 2023 dan juga Carrefour memiliki opsi pertama untuk membeli jika ada perpindahan tangan perusahaan/saham. "Alasan mereka karena Carrefour PS memiliki kasus dengan KPPU tahun 2005, memang kami aku, tapi itu semua sudah kami selesaikan dan kami membayar dendanya dan itu sama sekali tidak ada kaitan dengan pemindahan paksa ini," sambungnya.

Irawan menceritakan, awalnya pada tanggal 21 Juli 2009 pihak pengelola gedung, memberikan surat untuk mengakhiri perjanjian sewa per tanggal 20 Agustus 2009. Menurut  pemilik gedung, Carrefour PS melakukan pelanggaran atas UU No 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Persaingan usaha. Mereka meminta mengosongkan tempat dalam tempo 30 hari. Kalau tidak, pemilik gedung akan melakukan pemadaman listrik.

"Kami tidak terima perlakukan itu, acuan kami jelas hukum, kami percaya Indonesia negara hukum, artinya tidak ada satu pun orang yang berdiri di atas hukum," tukasnya.

Bahkan sebelumnya, desakan yang sama juga sudah terjadi digerai Carrefour Mega Mall Pluit Jakata Utara (Jakut). Dimana terjadi berbagai demonstrasi, tuduhan pelanggaran peraturan pemerintah, memutuskan aliran listrik, mengosongkan dan memindahkan barang secara paksa dari gerai, menutup secara paksa akses ke gerai, menurunkan nama Carrefour.

"Mereka juga memasang spanduk di depan gerai kami ~akan dibuka hypermarket baru', padahal tuduhan yang dialamatkan kepada kami ini sama sekali tidak berdasar. Jelas kami lakukan berbagai upaya agar gerai kami dapat buka dengan normal, kami yakin bahwa memiliki hak penuh untuk melanjutkan kontrak, sekarangkan kami terpojok karena sebagai penyewa," tukasnya lagi.

Hanya saja, meski Carrefour PS dan Carrefour di Mega Mall Pluit dipindahkan paksa oleh perusahaan sejenis (hypermarket), tapi nama perusahaannya berbeda. Kalau di Palembang, pemindahan paksa itu dilakukan PT BJLS tapi kalau di Jakut dilakukan PT Duta Wisata Loka.

"Sebenarnya perubahan kepemilikan saham itu biasa, tapi pemindahan paksa, apalagi dilakukan perusahaan sejenis (retail) inikan beda," tandasnya lagi.

Sementara Radia Sari, Store Manajer Carrefour PS, menambahkan bahwa pihaknya telah menerima surat sebanyak tiga kali dari PT BJLS. Pertama pada tanggal 21 Juli 2009 perihal penghentian sewa dan pengosongan gerai, kemudian tanggal 3 Agustus 2009 perihal peringatan dan jadwal pengosongan dan 10 Agustus 2009 peringatan Carrefour belum memberikan jadwal pengosongan, maka kebutuhan air dan listrik akan distop pertanggal 14 Agustus.

"Surat pertama ditanda tangani langsung oleh Presiden Direktur PT BJLS Hasundungan Sinaga, sedangkan surat kedua dan ketiga ditanga tangani Estate Manajer PT BJLS, Christianus," tambahnya.

Carrefour PS sendiri sudah bermitra dengan 1.200 pemasok, yang 40 persennya merupakan pengusaha lokal dan hampir seluruhnya pengusaha kecil dan menengah. Selain itu hampir 100 persen karyawan Carrefour PS baik langsung maupun tidak langsung berasal dari masyarakat sekitar.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini