Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diincar Pelancong, Kusir Bendi Ketiban Rezeki

Rus Akbar , Jurnalis-Senin, 21 September 2009 |22:32 WIB
Diincar Pelancong, Kusir Bendi Ketiban Rezeki
Transportasi tradisional di Padang, Bendi, ketiban rezeki dari para pelancong yang berwisata di Pantai Padang. (Foto: Rus Akbar/okezone)
A
A
A

PADANG - Bendi merupakan kendaraan tradisional orang Minangkabau di Sumatera Barat. Kendaraan tradisional ini menjadi lumbung rezeki bagi pemiliknya di masa libur Lebaran. Terutama di kawasan wisata, seperti Jalan Samudera, Taman Bermain Pantai Padang, Sumatera Barat.

Kawasan ini setiap libur atau lebaran selalu ramai dikunjungi pelancong dari luar kota, yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Pelancong kerap kali menyewa Bendi sekedar untuk menikmati Pantai Padang pada sore hari.

Salah seorang kusir Bendi, Novriadi (35), warga Kampung Kalawi, Kuranji, Kota Padang, mengakui rezeki yang diperolehnya selama menyewakan Bendinya. Hasil yang dia peroleh juga lumayan banyak.

Sedari pukul 11.00 WIB sampai 17.00 WIB, Novriadi sudah bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp170 ribu. Padahal pada hari-hari biasa, Novriadi hanya mampu mendapatkan uang paling banyak Rp60 ribu untuk mengangkut ibu-ibu yang membawa hasil belanjaannya dari pasar.

"Alhamdulillah sejak ramainya kunjungan di Pantai Padang ini banyak yang berminat menaiki Bendi saya, dan pendapatan saya juga meningkat dua kali lipat dari hari yang biasanya," tuturnya pada okezone, Senin (21/9/2009).

Bendi yang "bermesin" kuda milik Navriadi ini memberikan tarif terdekat pulang balik itu sebanyak Rp30 ribu. Jika sudah mencapai satu kilometer dia akan memberikan biaya sebanyak Rp50 ribu.

"Kebanyakan orang yang saya antarkan menuju Plasa Ramayana yang berjarak satu kilomer, dan ada juga yang ingin keliling pantai Padang saja. Tarif itu sudah kami sepakati pada semua kusir Bendi di sini," katanya lagi.

Novriadi baru mangkal hari ini, karena kemarin dia masih bersilaturahmi dengan sanak kadang yang ada di Padang. Rencananya, Novriadi akan mangkal di kawasan Jalan Samudera ini selama satu minggu. Kalau sudah lewat satu minggu dia akan kembali tempat mangkal biasa di Jalan Pemuda, Plasa Ramayana.

Satu Bendi Novriadi, bisa mengangkut paling banyak 5 sampai 6 orang, dan tergantung ukuran tubuh penumpang yang naik.

Bersama Novriadi, ikut mangkal sekira 20 Bendi lainnya di Jalan Samudera tersebut. Mereka akan bersaing dengan kereta wisata yang disedikan oleh Taman Bermain Pantai Padang.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement