nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Agenda Terselubung Dibalik Angket Century

Selasa 22 Desember 2009 10:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2009 12 22 230 287152

Sudah cukup terkuras  energi  bangsa ini terhadap  kasus wakil  KPK Bibit dan Chandra. Begitu persoalan Bibit-Cndra selasai, diangkat  kasus lain yaitu  Bank Centrury. Kembali perdebatan panjang terjadi baik dikalangan profesional maupun politikus. Tuntutan mundur para pejabat di pemerintahan yang dianggap terlibat kasus ini berkumandang. Kalangan anggota dewan dimotori anggota parlemen dari partai yang mengaku dari partai oposisi membentuk tim sembilan bersama anggota dewan partai  politik lainya. Tim ini mencari dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk mengajukan angket bank Centurry.  Akhir terbentuklah panitia khusus (pansus) Angket Centurry.

Pemerintahan pasangan SBY-Boediono memiliki target dalam 100 hari yang akan memfokuskan pembenahan dan perbaikan diantaranya disektor perekonomian. Belum juga genap 100 hari, beberapa kasus diangkat lawan politik  untuk mengguncang pasangan SBY-Beodiono. Dua orang dibidik yaitu wapres Boedino dan Menkeu Sri Mulyani atas keterlibatannya dalam  kasus bank Centry. Kinerja pemerintahan terganggu  karena terus menerus diserang dan disudutkan dengan persolan centurry.

Desakan agar Wakil Presiden Boediono dan mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai  terlibat kasu Centurry,  ditanggapi oleh ekonom BNI, Tony Prasetiantono, mengatakan saya memiliki imajinasi paling liar dengan skenario terburuk atas kasus Bank Century jika Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wapres  Boediono mundur. Ada dua skenario kalau itu terjadi,  pertama adalah bila kedua pejabat ini digantikan oleh orang yang juga kredibel, tidak akan mengganggu persepsi pasar. Namun, jika tidak, maka pasar akan merespons dengan menarik capital inflow. Nilai tukar rupiah dan IHSG melemah. Hal tersebut sudah terbukti pada kabinet tahun 2004. Isi kabinet tersebut diisi oleh orang yang tidak tepat. Kemudian, skenario kedua adalah hanya Sri Mulyani yang diganti. Dikhawatirkan, pasar akan merespons negatif atas penggantian tersebut dan menyebabkan penarikan hot money yang ada di pasar bursa. Padahal, separuh investor di Indonesia merupakan investor asing jangka pendek

Sementara itu, pengamat ekonomi Christianto Wibisono dengan gamblang mendukung langkah BI dan Menteri Keuangan saat itu yang memberi dana talangan kepada Bank Century. Hal itu memang harus dilakukan karena kalau tidak, ekonomi dapat menjadi karut-marut, bahkan bisa melengserkan pemerintah saat itu.

Pada dasarnya pengangkatan kasus Bank Century dengan target  Boediono dan Sri Mulyani  agar keduanya dicopot dari jabatanya  untuk memperlemah pemerintah SBY. Kedua orang ini merupakan ekonom yang handal selain dipercaya kalangan luar, pasar dalam negeri mempercayai  kemampuan keduannya dalam menstabilkan perekonomian Indonesia. Sehingga bila kedua orang ini tersingkir diperkirakan terjadi respon negatif dari pasar. Hasilnya diharapkan selanjutnya adalah ketidak percayaan publik kepada pemerintahan SBY, karena dianggap tidak mampu membangkitkan stabilitas eknomi di negeri ini.

Diharapkan semua pihak mencermati pengangkatan kasus Bank Century ,  dengan dibentuknya Pansus Hak Angket di DPR, jelas telah mempolitisi kasus ini,. Dimana salah satu agendanya adalah mencari kesalahan pejabat pengambil keputusan. Parlemen telah  memperdagangankan kasus ini secara politik. Oleh karena itu, masyarakat  jangan mudah terprovokasi pertarungan elit politik.

Yudi Prasetyo

Jl. Ciliwung, Margonda, Depok, Jakarta

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini