Share

Firaun Tutankhamun Ternyata Sumbing & Berkaki Cacat

Hermanto, Okezone · Rabu 17 Februari 2010 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2010 02 17 18 304471 G3T91otCgU.jpg Raja Tutankhamun. (Foto: AP)

KAIRO - Raja Mesir (Firaun) Tutankhamun, yang paling terkenal dari dinasti ke-18 ini, ternyata seorang bocah lemah yang menderita bibir sumbing dan kaki yang cacat.

Raja Tut terbukti meninggal karena komplikasi dari kaki yang patah dan diperparah oleh malaria, dan tampaknya kedua orang tuanya adalah kakak beradik.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Dua tahun lalu dari tes DNA dan CT scan pada mumi Tut yang telah berusia 3.300 tahun dan 15 mumi lainnya membantu memecahkan mitos yang beredar mengenai bocah itu.

Raja Tut telah menarik perhatian public sejak 1922, saat makamnya pertama kali ditemukan. Makam tersebut dipenuhi dengan deretan perhiasan dan artefak yang memukau, termasuk pemakaman emas.

Penelitian yang dirilis hari Rabu (17/2/2010) waktu setempat, pada Jurnal American Medical Association, memberikan silsilah keluarga Tut yang lengkap.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ayah Tut, Raja Akhenaten, mencoba untuk merubah kepercayaan Mesir kuno untuk menyembah pada satu tuhan. Demikian isi jurnal itu, seperti dikutip Associated Press, Rabu (17/2/2010).

Tut, menjadi Firaun diusianya yang ke 10 pada tahun 1333 Sebelum Masehi (SM). Dia berkuasa selama  sembilan tahun dan menjadi masa terpenting dalam sejarah Mesir.

Spekulasi selama ini beredar mengenai kematiannya diusia 19 tahun. Sebuah lubang di tengkorak kepalanya menimbulkan spekulasi bahwa ia telah dibunuh. Hingga akhirnya pada 2005 hasil CT scan menunjukkan, lubang tersebut adalah hasil dari mumifikasi. Scan tersebut juga menunjukkan kakinya yang patah.

Gambar terbaru menunjukkan, bahwa sistem imun Firaun tersebut lemah disebabkan karena penyakit bawaan. Kematiannya akibat dari komplikasi kakinya yang patah dan juga malaria yang dideritanya.

Pakar medis sejarah dari Universitas Michigan Dr Howard Markel mengatakan, Raja Tut menderita beberapa penyakit, termasuk penyakit tulangnya. Penyakit ini akibat dari perkawinan inses kedua orangtuanya. "Anak-anak yang lahir karena pernikahan sedarah akan berakibat pada permasalahan genetis," ujar Dr Howard Markel.

Seperti ayahnya, Tutankhamun memiliki bibir yang sumbing. Kakeknya, juga memiliki kaki bengkok dan menderita penyakit Kohler yang menghabat pasokan darah ke tulang kaki.

Pada kasus Raja Tut, tulis penelitian itu, tampaknya semakin lama menghancurkan tulang kaki sebelah kirinya. Kondisi itu terkadang menimbulkan rasa nyeri hebat bagi si penderita.

Dalam penelitian tersebut terungkap, ada 130 tongkat yang digunakan untuk membantu berjalan ditemukan di makam Raja Tut. Beberapa dari tongkat tersebut terbukti pernah digunakan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini