nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putri Aiko Alami Kekerasan

Koran SI, Jurnalis · Minggu 07 Maret 2010 07:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 03 07 18 309914 EFnk7Gim43.jpg Foto : Ist.

TOKYO - Kisah hidup seorang putri kerajaan tidak selamanya seindah dongeng. Putri Aiko yang merupakan anak Putra Mahkota Pangeran Naruhito serta cucu Kaisar Jepang Akihito justru harus mengalami tindak kekerasan oleh murid-murid laki-laki Sekolah Dasar Gakushuin, tempatnya belajar.

Akibat tindak kekerasan itu, putri yang kini berusia delapan tahun tersebut memilih untuk tidak masuk sekolah sejak Selasa (2/3) karena trauma. Begitu traumanya, Aiko mengaku sangat khawatir dan mengalami kejang perut. Juru bicara Kekaisaran Jepang Issei Nomura tidak memberi penjelasan kapan Putri Aiko akan kembali bersekolah.

Nomura hanya mengatakan pihaknya sudah meminta sekolah tersebut untuk menyelesaikan masalah itu dan diberi izin untuk memublikasikan keadaan Putri Aiko. Putri Aiko mulai menempuh pendidikan di SD Gakushuin sejak April 2006 dan saat ini duduk di kelas dua. Salah satu direktur SD Gakushuin Motomasa Higashisono menyatakan kejadian yang membuat Putri Aiko ketakutan adalah saat seorang murid laki-laki mendatangi kelasnya sambil mengancam.

”Anak itu mengingatkan Putri Aiko kalau dia bisa menjadi korban dari murid-murid laki-laki di sana yang suka berbuat nakal seperti melempari seseorang dengan barang- barang atau membuat murid perempuan tak nyaman,” ucap Motomassa.

Motomassa menjelaskan tahun lalu memang ada insiden kekerasan saat beberapa murid laki-laki keluar dan melempari barang-barang ke murid lainnya.

Putri Aiko takut insiden serupa akan terulang setelah adanya ancaman dari salah seorang murid laki-laki pekan lalu. Apa yang dialami Putri Aiko langsung menjadi perhatian warga Jepang. Perdana Menteri (PM) Jepang Yukio Hatoyama bahkan dengan sigap menanggapi berita soal Putri Aiko. Dia berharap sang putri bisa kembali seperti sedia kala.

”Sebagai warga Jepang, saya berharap Aiko bisa pulih secepatnya,” ucap Hatoyama. Aiko, yang berarti seseorang yang mencintai sesamanya, ini lahir 1 Desember 2001. Kendati masih berusia sangat belia, dia harus mengalami tekanan berat dan menjadi sorotan karena statusnya sebagai putri dan anak satu-satunya Pangeran Naruhito serta Putri Masako. Sebagai perempuan, Putri Aiko sangat sulit mewarisi tahta Kekaisaran Jepang yang ”mengharamkan” wanita untuk bertahta meskipun dalam sejarahnya Jepang pernah dipimpin delapan kaisar wanita.

Wacana agar isi UU Rumah tangga Kekaisaran 1947 diubah sehingga membolehkan Aiko berkuasa sempat merebak namun semuanya menguap sejak istri Akhisino,adik Naruhito, Putri Kiko melahirkan seorang putra, Hisahito, pada 2006. Kendati tidak memegang kendali pemerintahan secara langsung, kedudukan kaisar Jepang masih sangat penting bagi Negara Matahari Terbit itu karena bagi warganya, kaisar merupakan titisan dewa yang harus dihormati. (Sankei Shinbun/ BBC/CBS/maesaroh)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini