JAKARTA- Koordinator Moluccas Democratization Watch (MDW), salah satu LSM penggiat Demokrasi di Maluku. Mohammad Ikhsan Tualeka, membantah kemungkinan Republik Maluku Selatan (RMS) akan menjelma seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Menurut Ikhsan, RMS berbeda dengan GAM maupun Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang memiliki pasukan dan sangat menguasai medan.
“RMS tidak ada kombatan maupun persenjataan lengkap. Selain itu Maluku adalah archipelago, bukan daratan seperti Aceh yang memungkinakan mereka untuk bergerilya,” ujar Ikhsan kepada okezone, Rabu (6/10/2010).
Kalau pun pada suatu saat terjadi pemberontakan besar-besaran seperti terjadi di Aceh beberapa tahun silam, pasukan TNI akan gampang menumpas dan kembali mengendalikan situasi. “TNI akan gampang mereduksi karena di sana daerah kepulauan,” tegasnya.
Selain itu pendukungnya pun tidak signifikan. Alhasil, menurut Ikhsan, gerakan ini tidak perlu ditakutkan secara berlebihan. Apalagi sampai Presiden menunda kunjungan kenegaraan ke Belanda, gara-gara di sana sedang ada persidangan tuntutan dari RMS agar Presiden SBY ditangkap dengan tudingan pelanggaran HAM.
“Dan saya kira tuntutan mereka (RMS) juga lemah sehingga pengadilan di sana belum tentu mengabulkannya. Jadi (penundaan) itu sangat berlebihan. Padahal signifikansinya erat dengan hubungan ekonomi dan bilateral antara Belanda dan Indonesia,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, anggota DPR dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq mengkhawatirkan keberadaan RMS akan meniru gaya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dinilai sukses dalam bernegosiasi dengan pemerintah, meski tidak dapat mewujudkan cita-cita memisahkan Aceh dari NKRI.
“Bisa saja upaya GAM itu ditiru sama mereka (RMS). Sangat mungkin RMS belajar dari GAM. Makanya aktivitas mereka di luar negeri berkembang. Apalagi kini ada jalur penerbangan Amsterdam ke Ambon, kini lalu lintas semakin terbuka. Mereka akan memanfaatkan ini,” ujar Mahfudz.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.