Follow The Money Kunci Atasi Money Laundering

Muhammad Saifullah , Okezone · Rabu 24 November 2010 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2010 11 24 339 396748 EHSSVfKZYB.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Disahkannya RUU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang  menjadi UU telah merubah paradigma dan metode dalam mengatasi pencucian uang.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein dalam diskusi publik yang diselenggarakan The ECOPOLicy Institute di Jakarta, Rabu (24/11/2010). “Paradigma follow the suspect telah digantikan dengan follow the money,” ujarnya.

Yunus menjelaskan kesulitan membuktikan perbuatan pidana dan pertanggungjawaban aktor kejahatan bisa disiasati dengan menelusuri harta hasil kekayaan yang merupakan titik terlemah dari rantai kejahatan.

Selama ini, sambung dia, hambatan terbesar dari pemberantasan kejahatan pencucian uang adalah belum terimplementasinya sistem administrasi tunggal yang menyebabkan orang dapat membuat identitas palsu dengan mudah.

Adapun ekonom UGM, R. Rimawan sangat mendukung rezim anti pencucian uang. Baginya, money laundering, korupsi, dan penyelewengan di sektor keuangan disebabkan rendahnya moral hazard dan law enforcement yang jika ditelusuri terjadi karena asymmetric information dan sistem kerja yang tidak rasional.

Pendapat serupa juga diberikan pengamat pasar modal, Yanuar Rizky. Namun, baginya yang terpenting tidak sekedar berwacana terus-menerus. Dia menekankan tugas kaum intelektual untuk mengontrol elit. “Politik berbiaya tinggi yang terjadi saat ini menyebabkan berkembangnya berbagai metode untuk mencari celah tindak pidana pencucian uang dan meningkatnya korupsi,” ujarnya.

Dalam kaitan ini, dia berharap PPATK menjadi lembaga yang substansial bekerja mengatasi kejahatan money laundering dan korupsi. Sementara itu Direktur Eksekutif The ECOPOLicy Institute dalam sambutannya menegaskan bahwa praktek pencucian uang memiliki dampak cukup signifikan bagi sistem ekonomi nasional.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini