Share

Ormawa Bantu Minimalisasi NII

Margaret Puspitarini, Okezone · Kamis 19 Mei 2011 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 18 373 458398 NSBvzjCdM7.jpg Image: corbis.com

JAKARTA - Perkembangan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) di Indonesia yang semakin pesat memunculkan kekhawatiran di benak masyarakat. Orang tua merasa resah karena NII menyusup ke kampus-kampus dan merekrut anak mereka.

Penanganan yang salah dalam upaya mencegah penyebaran NII di kalangan mahasiswa dapat membuat mahasiswa merasa ngeri untuk bergabung dengan kegiatan atau organisasi mahasiswa yang bernuansa Islami. Padahal masih terdapat organisasi keagamaan di kampus yang harus didukung keberadaannya.

Anggota Komisi X DPR Rohmani menilai, pemerintah dan para Rektor Perguruan Tinggi Negri (PTN) hendaknya melibatkan mahasiswa dalam menuntaskan penyebarluasan NII ini. Mahasiswa hendaknya diberikan pemahaman yang benar mengenai Islam dan dengan cara yang tepat pula. Sehingga mereka memiliki daya imunitas terhadap ajaran-ajaran yang sesat.

“Mahasiswa itu kalangan intelektual. Jadi, mereka bukan objek yang harus dilindungi namun bagaimana mendidik mereka agar memiliki pemikiran yang matang,” kata Rohmani seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (18/5/2011). 

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, mahasiswa dirasa mampu untuk membedakan mana yang baik dan benar. Maka menghambat atau bahkan melarang kegiatan keagamaan di kampus menjadi tidak tepat sasaran.

“Mahasiswa adalah kaum terpelajar, pendekatan dialogis adalah pendekatan yang tepat. Bukan menghambat kegiatan keagamaan yang selama ini ada. Karena hal itu sangat membantu pembangunan karakter mahasiswa dari sisi mental dan spiritual,” kata Anggota Komisi X DPR Bidang Pendidikan, Olahraga, dan Kebudayaan ini menambahkan.

Menurutnya, beragamnya organisasi mahasiswa (ormawa) di kampus dapat menjadi alat yang efektif untuk meminimalisasi perkembangan NII serta paham radikalisme di kalangan mahasiswa.

“Saya kira organisasi-organisasi ini memiliki pemahaman kebangsaan yang baik. Organisasi-organisasi mahasiswa ini harus diajak bicara dan kerja sama,” kata Rohmani.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini