nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

11 Sekolah dan Puluhan Rumah Rusak Parah

Horden Silalahi, Jurnalis · Kamis 16 Juni 2011 04:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 06 16 340 468922 XjZHaK3v29.jpg Sekolah dasar ambruk (Foto: Horden Silalahi)

TARUTUNG - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) yang menggoncang Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara menghancurkan puluhan rumah penduduk termasuk gedung sekolah dasar di Kecamatan Pahae Jae.

Kerusakan rumah penduduk terparah, terjadi di Dusun Gultom, Desa Nahornop, Kecamatan Pahae Jae. Kerusakan rumah penduduk rata-rata terjadi pada bagian dinding rumah yang terbuat dari beton maupun kayu.

Sedangkan untuk gedung sekolah, kerusakan terparah terjadi di SMA Negeri 1 Pahae Jae. Dua unit bangunan di sekolah tersebut hancur dan rata dengan tanah.

Kerusakan parah juga terjadi pada gedung SD Negeri Sarulla dan SD Negeri Aek Bulu. Kedua bangunan sekolah dasar tersebut nyaris tak satupun yang dapat dipergunakan untuk ruang belajar akibat ambruknya dinding beton sekolah dan ambruknya sejumlah plafon dari atap bangunan.

Hasil pendataan sementara pihak Pemkab Tapanuli Utara hingga, Rabu (15/6) pasca gempa, bahwa jumlah rumah penduduk yang mengalami rusak berat sebanyak 217 unit, rusak sedang 38 unit dan rusak ringan 520 unit.

Untuk fasilitas gedung sekolah, yang mengalami kerusakan sebanyak 11 unit, masing-masing gedung SMA, SMP, Madrasah dan SD. Sementara warga yang mendapat perawatan akibat menderita luka-luka ringan didata sebanyak 50 orang.

“Itulah hasil pendataan kita hingga hari ini pukul 14.00 WIB. Kita masih terus berkoordinasi dengan tim Badan Nasional Penanggulanga Bencana (BNPB) Kabupaten Tapanuli Utara dan kepala desa se-Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu,” sebut Camat Pahae Jae, Elianto Sitompul, Rabu (15/6/2011).

Salah seorang penduduk Desa Nahornop, Sumiar Sitompul (53) mengatakan, hingga hari kedua, dirinya belum mendapat bantuan apa-apa dari pihak pemerintah setempat. Namun, Sumiar berharap, agar bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah sebaiknya dalam bentuk bahan bangunan saja.

“Kalau boleh memilih, saya lebih menginginkan bahan bangunan sebagai bentuk bantuan dari pemerintah atas musibah bencana yang kami alami ini. Karena saya tidak memiliki cukup uang untuk merenovasi rumah saya ini. Dan lagi, hampir semua bangunan rumah saya tidak dapat digunakan lagi karena kondisinya semua rusak parah,” terang Sumiar.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara, Rosdiana Manurung kepada Okezone mengatakan, pihaknya kini masih menyiapkan bantuan tenda-tenda darurat, bantuan makanan, air mineral dan medis kepada penduduk yang terkena dampak kerusakan akibat gempa. Sedangkan untuk bantuan uang, pihaknya merencanakan bantuan senilai Rp150 juta.

“Bantuan yang kita fokuskan saat ini adalah bantuan pendirian tenda-tenda darurat, dapur umum, bantuan air mineral, dan makanan cepat saji. Karena penduduk yang terkena dampak gempa, masih enggan masuk ke dalam rumah masing-masing dan melihat kondisi rumah mereka yang hancur. Sedangkan bantuan uang kita rencanakan melalui Dinas Sosial senilai Rp150 juta,” sebut Rosdiana Manurung.

Hingga kini, penduduk di Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara masih trauma pasca gempa kemarin. Warga di dua kecamatan itu sebagian besar kini masih memilih untuk menginap di tenda-tenda darurat maupun tenda-tenda bantuan pemerintah.

(fer)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini