Share

Soeharto belum pantas diberi gelar pahlawan

Muhammad Slamet (Koran Sindo), Amril Amarullah (Okezone), Koran SI · Kamis 10 November 2011 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 10 435 527634

Sindonews.com - Mantan Presiden Soeharto merupakan yang memprakarsai lahirnya Partai Golkar. Jadi, wajar jika kalangan internal Partai Golkar ngotot Soeharto diberikan gelar pahlawan nasional.

Dasar dukungan Soeharto mendapatkan gelar kepahlawanan, karena dianggap berjasa dalam melakukan pembangunan nasional. Selain ituย  juga dianggap berjasa dalam memajukan di berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan dan pertanian.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Kita juga pernah menjadi pengekspor beras. Ini bisa menjadi bahan perbandingan untuk menilai Pak Harto," ujar politikus Partai Golkar, Zainal Bintang, Jakarta, Kamis (10/11/2011).

Pihaknya menghormati sikap pemerintah yang belum memberikan gelar kepahlawanan kepada mantan penguasa Partai Golkar itu. Diakuinya, masyarakat masih trauma dengan peristiwa masa lalu ketika Soeharto diturunkan secara paksa.

"Kalau sekarang memang jangan dipaksakan karena jarak tumbangnya Soeharto masih dekat sekali, masih ada trauma politik. Penolakan boleh saja tapi faktanya di tengah penolakan juga ada dukungan," tukasnya.

Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial (K2KS) Kementerian Sosial Hartati Solekha mengakui, sebelumnya ada 12 nama yang dikaji untuk mendapatkan gelar pahlawan. Tapi, nama Soeharto dan Abdurrahman Wahid tidak masuk di antara 12 nama yang dikaji itu.

"Ada kriteria tentunya, bila semua terpenuhi, yah kenapa tidak," tandasnya.

Hal ini diperkuat oleh Ketua Dewan Pemberi Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan RI Djoko Suyanto. Nama Soeharto tidak termasuk dalam pemberian gelar kepahlawanan tahun 2011 ini, karena belum pihak yang mengusulkan. Sehingga belum masuk seleksi.

Anugerah pahlawan nasional diberikan kepada Syafruddin Prawiranegara, Idham Chalid, H Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), Ki Sarmidi Mangunsarkoro, I Gusti Ketut Pudja, Sri Susuhunan Pakubuwono X, dan Ignatius Joseph Kasimo.

Sementara itu, Sejarawan Universitas Indonesia (UI) Magdalia Alfian berpendapat, Sebagian kalangan menilai Soeharto tidak layak mendapat gelar pahlawan nasional, karena persoalan masa lalu yang penuh dosa selama memimpin negeri ini.

Meskipun ada juga yang bersikukuh Pak Harto cukup berjasa mengantar negeri ini menuju gerbang kemakmuran. "Sehingga banyak hal yang menjadi pertimbangan. Meski banyak juga peran Pak Harto untuk negeri ini," jelasnya.

Maka itu, sangat tidak tepat jika nama Soeharto diajukan sekarang untuk mendapatkan gelar pahlawan. Namanya bisa diajukan, ketika masyarakat Indonesia sudah lupa dengan segala dosa yang diperbuatnya.

"Karena itu, sebaiknya diendapkan dahulu, dan baru bisa diajukan lagi 10 tahun yang akan datang," ucapnya.

(kis)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini