PADANG - Setelah menjalani perawatan selama enam hari di RSUP M Djamil Padang, Ika Handayani, balita yang disiram cuka karet di Kabupaten Damasraya, Sumatera Barat, akan menjalani rekonstruksi daun telinga.
Balita berusia dua tahun itu kini masih menjalani perawatan di ruang perawatan mata. Sejak Senin kemarin, Ika sudah bisa membuka kelopak mata dan hari ini luka bakar di wajahnya sudah berangsur kering dan mengelupas.
Namun luka tidak hanya terjadi di wajah, telinga korban juga rusak akibat siraman cairan berbahaya itu.
Gustavianov, Humas RSUP M Djamil, Selasa (6/12/2011), mengatakan daun telinga sebelah kanan Ika tertutup dan menyatu dengan pelipis telinga sehingga mengganggu pendengarannya.
Dalam waktu dekat akan dilakukan rekonstruksi daun telinga. Operasi masih menunggu keputusan dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) serta dokter ahli bedah.
Sementara itu, Ika sudah mulai beraktivitas. Pasien sudah bisa makan sendiri. Meski demikian, dokter masih memberikan obat tetes mata dan kompres di wajah untuk mengurangi rasa pedih.
Seperti diketahui, Ika disiram cuka karet oleh orang tak dikenal di rumahnya di Situang Tiga, Kecamatan Sungai Rumbai, Damasraya. Seseorang tidak dikenal menyelinap masuk ke rumah korban. Saat itu listrik padam. Tanpa basa basi pelaku menyiramkan air cuka karet ke wajah Ika.
Syahirman, ayah Ika, memastikan cairan itu adalah cuka getah karet karena sehari-hari dia bekerja sebagai panyadap karet di daerah tersebut. Air cuka karet adalah jenis air keras yang berfungsi membekukan getah karet. Cairan itu mengandung asam formiat yang berbahaya jika terkena kulit.
Dia menduga motif penyerangan itu terkait dendam. Kasus ini masih ditangani polisi.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.