TEHERAN - Pejabat militer Iran melaporkan, uji coba misil jarak jauhnya ditunda. Namun, mereka tetap akan melaksanakan uji coba senjata maut itu beberapa hari ke depan.
"Latihan untuk uji coba misil jarak jauh akan kami lakukan beberapa hari ke depan," ujar pejabat militer Iran Mahmoud Mousavi, seperti dikutip Reuters, Sabtu (31/12/2011).
Salah satu misil jarak jauh Iran adalah Shabab-3 yang dapat menjangkau target sejauh 2 ribu kilometer. Misil itu juga sanggup menggempur basis militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah.
Sebelumnya, Mousavi mengatakan, penembakan misil jarak jauh itu akan menjadi puncak dari latihan militer 10 hari yang digelar oleh Negeri Persia itu. Uji coba itu juga dilaksanakan di tengah adanya ketegangan hubungan antara AS dan Iran.
Negeri Persia itu kerap mengancam akan menutup Selat Hormuz yang menjadi sarana distribusi migas dunia. Meski demikian, AS sudah memperingatkan Iran agar tidak menutup jalur migas itu. Penutupan Selat Hormuz hanya akan menyebabkan kekacauan dalam perekonomian dunia.
Seiring dengan adanya laporan penundaan uji coba misil, Iran juga dikabarkan sedang mengusulkan untuk mengadakan dialog nuklir bersama AS, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman pada Januari mendatang.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.